​Mewakili Miftahul Huda, KH Didi Abdul Hadi Daftar Ke PKB

POLITIKA141 views

TAWANG, (KAPOL).- Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Alhadi, KH Didi Abdul Hadi mendaftarkan diri ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk ikut Pilkada Kota Tasikmalaya 2017.
Dilepas Pimpinan Umum Ponpes Miftahul Huda Manonjaya, KH Asep Maoshul Affandy, proses mendaftar salah satu cucu (Alm) KH Khoer Affandi itu didoakan dulu dari komplek Miftahul Huda Manonjaya.

Sebagai pengantar dipimpin langsung oleh sesepuh Huda, KH Aziz Affandi. Didampingi pengurus IMG Pusat, Hamida dan pengurus Ponpes Bantar Gedang, Didi resmi masuk bursa PKB.

Perwakilan IMG (Imamul Mutaqin Generation) Pusat, KH Aris Tatolisi menyampaikan bahwa Didi kader terbaik IMG sebagai wadah calon pemimpin jebolan Miftahul Huda. Dia dinilai layak untuk ikut di Pilkada Kota Tasikmalaya 2017 bertanding dengan petahana Budi Budiman maupun Dede Sudrajat.

“Nyanggakeun ieu kader terbaik IMG. Mugia tiasa lolos. Mangga salajengna ngiringan wae kumaha mekanisme partai,” kata KH Aris kepada Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, Cece Insan Kamil yang langsung menyambut kedatangan rombongan.

Sesepuh Miftahul Huda yang juga Wakil Ketua Syuro DPP PKB, KH Aziz Affandi menegaskan Didi satu-satunya perwakilan Miftahul Huda Manonjaya yang direstui ikut Pilkada. Dan mengintruksikan kepada seluruh santri, kiai dan alumni untuk mendukung serta menyukseskan pencalonan Didi Abdul Hadi.

“Terkait dengan siapa nanti dipasangkan. Silakan PKB tentukan sendiri. Intinya Didi siap menjadi Wakil maupun Wali Kota,” ujarnya.

KH Didi Abdul Hadi pun kenapa bertekad tampil di Pilkada karena ingin menciptakan Kota Tasikmalaya yang modern namun tetap dalam bingkai kereligian.

Identitas Kota Tasikmalaya sebagai Kota Santri harus tetap berdampingan dengan modernisasi yang begitu cepat melanda Kota Tasikmalaya.

“PKB bagi saya bukan siapa-siapa. Sebelumnya saya pernah nyaleg dari PKB dan Pilkada juga ingin diusung PKB,” ucapnya.

Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, Cece Insan Kamil menyambut baik daftarnya salah satu cucu dari pendiri Ponpes Miftahul Huda Manonjaya ini. Ia semakin yakin tampilnya Didi sebagai representasi pesantren karena PKB memang lahir dari Pesantren oleh para ulama.

“Masuknya Kiai Didi menegaskan kembali bahwa PKB harus kembali ke pesantren. Karena PKB lahir dan besar oleh pesantren,” tuturnya.

Cece pun mengingatkan sebelum tanggal 10 Agustus 2016, formulir pendaftaran harus dikembalikan paling lambat pukul 14.00. (Jani Noor)