​Pemuda Harus Jadi Pelopor Perubahan

BIROKRASI9 views

SINGAPARNA, (KAPOL).-

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda digelar di halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya. Upacara yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Uu Ruzhanul Ulum dan H. Ade Sugianto ini dihadiri oleh seluruh organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Termasuk Ketua DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna.

Bupati Tasikmalaya, H. Uu Ruzhanul Ulum mengatakan momentun peringatan Hari Sumpah Pemuda ini seyogyanya dijadikan refleksi untuk meningkatkan peran serta pemuda dalam membangun daerahnya.

Selama ini, kata Uu, pemuda di Kabupaten Tasikmalaya sudah sangat aktif. Para pemuda tersebar ke berbagai lini dan lapisan masyarakat. Ada yang duduk di kursi DPRD yang memiliki kebijakan politik. Ada pula yang tersebar di legislatif.

“Ada banyak juga pengusaha muda di Kabupaten Tasikmalaya yang terbilang sudah sukses,” kata Uu, Jum’at (28/10/2016).

Uu pun mengingatkan agar para pemuda senantiasa meningkatkan potensi diri dalam hal apapun. Terlebih, kata Uu, MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sudah di depan mata. Peran serta pemuda dituntuk untuk memberikan berbagai bentuk inovasi yang baru dan menarik agar mampu bersaing di era MEA.

“Tingkatkan terus keimanan dan kemampuan agar menjadi pemuda yang berguna bagi nusa dan bangsa,” kata Uu.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna menambahkan konteks pemuda hari ini tidak hanya sebagai agen perubahan. Pemuda dituntut untuk memiliki jiwa kepemimpinan agar mampu menjadi agen perubahan. Minimal di lingkungan sekitarnya.

“Pemuda tentu harus mampu menjadi motor penggerak di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu pemuda harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik,” kata Nana.

Nana menambahkan, PR terpenting hari ini bagaimana pemuda mampu menjaga marwah Pancasila sebagai dasar negara. Termasuk menjaga kedaulatan NKRI agar tetap utuh. Pasalnya, kata Nana, pemuda hari ini menjadi target sasaran golongan-golongan yang menghendaki Pancasila goyah dan NKRI pecah.

“Arus radikalisme hari ini sudah tampak nyata. Ini harus diwaspadai oleh teman-teman pemuda. Nasionalisme seorang pemuda harus tetap terjaga,” kata Nana. (Imam Mudofar)