​Prihatin Kondisi Sungai Ciwulan, Warga dan Mahasiswa Tebar Benih Ikan

LINIMASA46 views

SINGAPARNA, (KAPOL).-

Kondisi sungai Cisaruni di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sangat memprihatinkan. Anak sungai yang langaung teraliri ke sungai Ciwulan, Sungai terbesar di Kabupaten Tasikmalaya kondisinya kotor dan dipenuhi banyak sampah dan limbah.

Kondisi tersebut secara tidak langsung akan mengganggu ekosistem, khususnya ikan yang ada di sungai tersebut. Alhasil sejumlah mahasiswa dari BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa ) Universitas Siliwangi Tasikmalaya bekerjasama dengan aktivis Lingkungan Hidup Tasikmalaya, menebar ribuan benih ikan di sungai Cisaruni Senin (5/9/2016).

Presiden Bem Unsil, Panji Andami mengatakan penebaran benih ikan ini merupakan salah satu implementasi dari program pemberdayaan Desa Mitra dari BEM. Tujuannya untuk memeberikan edukasi kepada para siswa dan masyarakat agar senantiasa merawat lingkungan hidup. Khsusnya sungai.

“Ini sebagai upaya dari kami untuk memberikan edukasi kepada para siswa dan masyarakat sekitar untuk lebih melestarikan lingkungan hidup terutama ekosistem di sungai ini,“ kata Panji.

Terpisah, Aktivis Lingkungan Hidup Tasikmalaya Irdas merasa prihatin melihat kondisi lingkungan terutama ekosistem air sungai di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya sudah waktunya semua pihak tergerak untuk menjaga dan melestarikan Lingkungan hidup.

“Fungsi sungai juga bisa memberikan nilai kesejahteraan kepada masyarakat setempat, sehingga penebaran benih ikan ini paling tidak nantinya bisa dikonsumsi oleh masyarakat,” kata Irdas.

Mahasiswa dan Aktivis Lingkungan Hidup juga sangat berharap peranan semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat untuk sama sama menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sebagai fungsi sosial dan fungsi kesehatan bagi masyarakat.

“Jangan lupa didalam ikan mengandung protein dan omega. Itulah kenapa kami libatkan anak anak agar kelak mereka bisa mengkonsusmi ikan ikan ini yang pada gilirannya menumbuhkan generasi yang pintar dan sehat,“ pungkasnya. (Imam Mudofar)