​RPJMD Tak Kunjung Masuk, Legislatif Tancap Gas

BIROKRASI8 views


SINGAPARNA, (KAPOL).-

Bupati Tasikmalaya, H. Uu Ruzhanul Ulum dan Wakilnya, H. Ade Sugianto kembali terpilih memimpin Kabupaten Tasikmalaya untuk periode ke dua pada Pilkada akhir tahun 2015 kemarin. Bahkan mereka sudah dilantik sejak beberapa bulan yang lalu. Hanya saja sampai hari ini RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Tasikmalaya tak kunjung diterima jajaran legislatif di DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Padahal RPJMD itu sendiri jadi pijakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan pemerintah sesuai dengan visi dan misi kepala daerah dan wakilnya. Anehnya meski RPJMD belum masuk, pihak eksekutif sudah menyerahkan ranperda tentang kelembagaan perangkat daerah di meja legislatif. Pansus yang akan membahas ranperda itu pun sudah terbentuk.

Ketua Pansus, Usman Kusmana membenarkan soal belum masuknya draf RPJMD ke meja legislatif. Alhasil Pansus pun belum berani melangkah lebih jauh membahas ranperda tersebut. Usman mengatakan RPJMD adalah tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah daerah sesuai dengan visi misi kepala daerah dan wakilnya.

“Untuk mencapai tujuan itu dibuatlah alat atau perangkatnya. Sumber daya manusianya disiapkan. Setelah itu baru anggarannya disediakan. Kurang lebih seperti itu,” kata Usman, Kamis (4/8/2017) siang.

Akibat dari RPJMD yang tak kunjung masuk, kata Usman, DPRD Kabupaten Tasikmalaya mau tidak mau harus tancap gas. Terlebih berdasarkan surat edaran dari Kementrian Dalam Negeri, akhir Agustus 2016 mendatang pembahasan ranperda itu harus sudah rampung.

“Semalam juga kita bahas dengan Bupati. Katanya hari ini RPJMD akan masuk di legislatif,” kata Usman.

Meski RPJMD baru masuk minggu-minggu ini dan pembahasan ranperda harus rampung akhir Agustus 2016 mendatang, Usman memastikan jika pembahasan ranperda tentang kelembagaan ini akan tetap rampung sesuai waktu yang sudah ditentukan.

“Kita sudah komitmen dan sepakat untuk tancap gas merampungkan pembahasan ranperda kelembagaan sesuai waktu yang sudah ditentukan,” ujar politi dari PKB ini. (Imam Mudofar)