​Sampah Numpuk, Pedagang Ancam Mogok Bayar Retribusi Kebersihan

LINIMASA9 views


SINGAPARNA, (KAPOL).-

Tumpukan sampah menggunung di Pasar Tradisional Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah warga dan pedagang di pasar tersebut. Pasalnya sampah yang tidak kunjung diangkut sejak lebaran lalu itu menimbulkan bau tidak sedap.

Lucky (40) salah seorang warga yang rumahnya persis di depan tumpukan sampah mengatakan, dirinya dan keluarga kerap terganggu dengan bau busuk yang dihasilkan oleh sampah tersebut. Setiap hari Lucky dan keluarga harus menghirup udara yang berbau sampah.

“Harusnya sampah-sampah ini segeta diangkut. Pedagang pasar kan bayar retribusi kebersihan,” kata Lucky, Selasa (19/7/2016).

Terpisah, Sauqi (36) salah seorang pedagang Pasar Singaparna mengatakan, tumpukan sampah yang membusuk membuat penghasilanya menurun. Pasalnya pengunjung terganggu dengan bau sampah. Alhasil kiosnya pun jadi sepi.

“Selain mengganggu karena bau busuk ke pedagang, sampah juga membuat pembeli pada kabur dan memilih belanja ditempat lain ” ujar Sauqi.

Jika tidak segera diangkut, ujar Sauqi, pedagang mengancam tidak akan membayar retribusi kebersihan.

“Kalau tidak diangkut-angkut ya untuk apa bayar retribusi kebersihan?” tanya Sauqi. (Imam Mudofar)