​Jelang Mudik, Delman dan Becak Dianggap Jadi Penyebab Kemacetan

LINIMASA21 views
Keberadaan delman di sekitar alun-alun Singaparna dianggap menjadi salah satu penyebab kemacetan. Foto: Imam Mudofar/KAPOL

SINGAPARNA, (KAPOL).-

Menjelang mudik 2016, kemacetan rupanya masih jadi momok bagi para pemudik. Salah satunya di Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Meski hanya jalur alternatif, kemacetan panjang kerap terjadi setiap kali mudik di kawasan tersebut. 

Volume kendaraan yang meningkat ditambah dengan pasar yang ramai pedagang kaki lima dianggap jadi salah satu penyebab kemacetan. Belum lagi parkir yang semerawut dari angkutan tradisional, becak dan delman, kian memperparah kondisi kemacetan.

Meski demikian, pihak kepolisian belum menunjukan geliat akan melarang delman dan becak beroperasi selama arus mudik-balik 2016 ini. Kapolres Tasikmalaya, AKBP Nugroho Aryanto mengatakan pihaknya akan mencoba untuk beraudiensi dengan para tukang becak dan delman.

“Kita belum sanpai ke arah larangan beroperasi. Tapi kita himbau kepada para pengemudi delman dan becak agar tidak sembarangan parkir,” kata Nugroho, Kamis (30/6/2016).

Para awak delman juga belum menunjukan geliat untuk tidak beroperasi selama arus mudik-balik 2016. Dodoy (32), salah seorang kusir delman di sekitar alun-alun Singaparna mengatakan ia akan tetap beroperasi. Pasalnya itu adalah mata pencaharian utamanya.

“Kalau berhenti narik ya tidak ada penghasilan. Sementara kebutuhan banyak,” ujar Dodoy.

Andai kata dilarang beroperasi, kata Dodoy, ia dan rekan-rekannya seprofesi meminta ganti rugi berupa uang. Jika tidak ada ganti rugi maka mereka akan tetap beroperasi.

“Kita ingin tiga ratus ribu perhari. Tapi sampai saat ini belum ada kesepakatan,” kata Dodoy. (Imam Mudofar)