oleh

22 Hektare Lahan Gunung Guntur Tiga Kali Terbakar

GARUT, (KAPOL).- Sudah menjadi kebiasaan ketika kemarau melanda, kebakaran selalu terjadi di lahan di kawasan Gunung Guntur.

Tak jarang, akibat kebakaran yang terjadi, puluhan hektare lahan dan tanaman di kawasan gunung api aktif yang berlokasi di wilayah Kecamatan Tarogong kaler ini hangus dilalap sijago merah.

Saking seringnya terjadi kebarakan lahan di kawasa Gunung Guntur, masyarakat sekitar sudah menganggap hal itu sebagai sebuah hal yang biasa.

Bahkan sebagian masyarakat berkeyakinan kebakaran di Gunung Guntur sebagai tanda akan segera turun hujan dan berakhirnya musim kemarau da mitos ini sudah berlangsung sejak lama.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V, Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Balai Besar Konservasi Sumber daya Alam (KSDA) Jabar, Purwantono menyebutkan selama musim kemarau 2019, di kawasan Gunung Guntur telah terjadi tiga kali kebakaran. Akibatnya, seluas 22 hektare lahan di kawasa Gunung Guntur rusak.

“Selama musim kemarau tahun ini, sudah terjadi tiga kali kebakaran di wilayah Gunung Guntur. Berdasarkan data yang kami miliki, sedikitnya 22 hektare lahan yang sudah terbakar,” ujar Purwantono, Jumat (23/8/2019).

Ia menyampaikan, terakhir kebakaran di kawasan Gunung Guntur terjadi pada Rabu (21/8/2019) di kawasan cagar alam.

Saat itu terdapat sekitar 20 hektare lahan cagar alam yang terbakar.

Menurutnya, kebakaran saat itu terjadi dari siang sampai sore. Banyaknya ilalang, semak belukar, rumput dan dedaunan kering di kawasan lahan semakin mempercepat kobaran api membesar dan menjalar apalagi saat itu tiupan anginpun cukup kencang.

“Ada juga pohon pinus dan kaliandra yang juga turut hangus terbakar selain ilalang, rumput dan semak belukar,” katanya.

Purwantono menyatakan, upaya pemadaman yang melibatkan petugas gabungan yang dibantu masyarakat langsung dilakukan saat itu.

Namun sulitnya untuk menembus lokasi kebakaran yang berada di ketinggian 1.300-1.500 mdpl membuat petugas terkendala karena pemadaman tidak bisa dilakukan dengan menggunakan mobil pemadam.

Namun berkat kerja keras petugas dan masyarakat, pada Rabu sore api akhirnya berhasil dipadamkan.

Guna mengantisipasi munculnya kembali kobaran api, tutur Purwantono, hingga saat ini petugas KSDA, TNI, Polri dan masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi.

Apalagi kabakaran yang terjadi di Gunung Guntur kemarin bukan merupakan yang pertama kali terjadi tahun ini.

Disebutkannya, sebelumnya juga telah terjadi dua kali kebakaran di kawasan Gunung Guntur.

Namun karena lokasinya saat itu masih berada di bawah dan mudah dijangkau, upaya pemadaman berlangsung lebih cepat sehingga api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke loaksi lainnya.

Kapolsek Tarogong Kidul, Ipda Asep Saepudin membenarkan telah terjadinya kebakaran di kawasan Gunung Guntur pada Rabu (21/8/2018).

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, kepulan asap mulai terlihat sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepulan asap itu pada awalnya hanya terlihat di bagian bawah akan tetapi lama-lama terus menyebar hingga ke bagian atas.

“Begitu mengetahui ada kebakaran, kita langsung melakukanpengecekan ke lokasi. Ternyata saat itu kebakaran sudah menyebar di tiga titik yang masuk wilayah cagar alam,” ucap Asep.

Menurutnya, ternyata titik api berasal dari bagian tengah gunung yang lama-lama merembet ke bagian bawah dan atas gunung.

Diduga kebakaran terjadi akibat faktor alam karena di lapangan petugas tak menemukan adanya kegiatan pembukaan lahan seperti yang sebelumnya sering terjadi.

Asep menduga api akibat cuaca di kawasan Gunung Guntur yang siang itu terbilang sangat terik.

Keberadaan rumput ilalang yang sudah mengering tak menutup kemungkinan menyebabkan percikan api yang terus membesar dan merembet ke kawasan lainnya.

“Partisipasi masyarakat justeru sangat bagus saat mengetahui ada kebkaran lahan yang terjadi. Mereka tak segan-segan turut bergabung dengan petugas gabungan untuk sama-sama memadamkan kobaran api,” kata Asep.

Namun demikian Asep juga megingatkan masyarakat sekitar kawasan Gunung Guntur utuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Ia tak menampik kalau sebelumnya masih ada warga yang sengaja melakukan pembakaran untuk membuka lahan di kawasan Gunung Guntur. (Aep Hendy S)***

BACA JUGA