Ade Ginanjar Kembali Pimpin Golkar Garut

POLITIKA17 views

image

GARUT, (KAPOL).-
Ade Ginanjar dipastikan kembali memimpin DPD Partai Golkar Garut setelah dalam Musda Partai Golkar ke IX yang diselenggarakan di aula DPD Partai Golkar Garut, Selasa (21/6/2016) terpilih secara aklamasi.

Dengan demikian Ade Ginanjar yang saat ini juga menjabat Ketua DPRD Garut periode 2014-2019 ini dinyatakan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Garut untuk periode 2016-2021.

Ade terpilih secara aklamasi karena merupakan satu-satunya calon dalam ajang pemilihan orang nomor satu di tubuh DPD Golkar Garut ini. Dalam Sidang ParipurnaMusda Golkar sebelumnya yang dipimpin Iyod Mintaraga, saat pendaftaran bakal calon hanya Ade Ginanjar yang mendaftarkan diri menjadi bakal calon yang selanjutnya ditetapkan sebagai calon.

Apalagi saat itu, seluruh PK yang ada di Garut yang jumlahnya 42, secara bulat menyepakati memilih Ade Ginanjar sebagai Ketua DPD Partai Golkar Garut periopde 2016-2021. Begitupun 5 organisasi sayap Golkar serta organisasi pendiri Golkar yang juga secara bulat menjatuhkan pilihan terhadap Ade.

Sebelumnya, pimpinan sidang saat itu, Iyod Mintaraga sempat meminta perwakilan dari DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk memeriksa berkas Ade Ginanjar. Hal ini sebagai langkah verifikasi untuk memastikan apakah berkas yang diajukan Ade sudah memenuhi seluruh persyaratan atau belum. Hasil verifikasi, berkas Ade Ginanjar dinyatakan telah sesuai dengan ketentuan sehingga Ade pun dinyatakan sebagai satu-satunya calon yuang mendaftarkan diri.

Ditemui seusai acara musda, Ade mengucapkan terimakasihnya atas kepercayaan yangdiberikan kepadanya untuk kembali memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Garut untuk yang kedua kalinya. Menurutnya, dukungan yang diperolehnya bulat sebanyak 47 suara yang terdiri dari suara PK sebanyak 42 ditambah organisasi sayap partaiserta organisasi pendiri Golkar sebanyak 5 suara.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya apalagi dukungan yang saya dapatkan bulat 100 persen,” ujar Ade.

Namun demikian Ade juga memandang kepercayaan yang diberikan kerpadanya itu merupakan sebuah amanah agar dirinya bisa membawa Partai Golkar ke arah yang lebih baik ke depannya. Dan kepercayaan itu, menurut Ade akan dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga bisa memenuhi harapan keluarga besar DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.

Di bawah kepemimpinannya, Ade bertekad menyatukan kembali Partai Golkar Garut yang sebelumnya sempat terpecah belah. Saat ini tekad tersebut sudah mulai membuahkan hasil, salah satunya terbukti dengan bulatnya dukungan yang didapatkannya yang mencapai 100 persen.

Untuk Pileg 2019, tutur Ade, Golkar Garut menargetkan menambah kursi di DPRD. Kalau saat ini hanya mendapatkan 8 kursi, maka hasil Pilkada 2019 nanti akan bertambah menjadi 12 kursi.

Sedangkan untuk Pilkada 2018, Ade yakin Partai Golkar Garut akan mampu menempatkan salah satu kader terbaiknya di eksekutif. Namun ketika ditanya apakah targetnya merebut posisi bupati atau wakil bupati, menurutnya hal itu belum bisa dipastikan. Untuk menentukan hal itu, menurut Ade, pihaknya terlebih dahulu akan melihat situasi dan kondisi.

“Kalau penempatan kader di eksekutif, kita optimis bisa. Namun untuk memastikan apakah posisi yang akan kita ambil itu posisi bupati atau wakil, kita masih harus melihat situasi dan kondisinya nanti,” kata Ade.

Diterangkan Ade, siapapun kader Golkar nantinya bisa mencalonkan untuk diusung dalam Pilkada. Pihaknya pun diakui Ade tak mempunyai kewenangan untuk menentukansiapa kader yang akan diusung  karena kewenangannya hanya sebatas mengusulkan. Nanti DPD provinsi yang akan memutuskannya.

Ketikaditanya apakah dirinya mau mencalonkan dalam Pilkada Garut 2018, Ade mengaku belum siap untuk saat ini. Diakuinya, sebelumnya dia sempat mencalonkan diri akan tetapi saat itu kalah. (Aep Hendy S)