oleh

Bonsai Rp 1,7 Miliar, Dipamerkan di Taman Kota Banjar

BANJAR, (KAPOL).- Bonsai seharga Rp 1,7 miliar dipamerkan pada pameran bonsai nasional yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Banjar, Jawa Barat di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar, mulai Minggu (3 -10/3/2019).

Ketua Panitia, H.Endang Hidayat, menyatakan, peserta yang hadir perwakilan dari 32 kab/kota se-Indonesia.

“Bonsai yang dipamerkan berjumlah 442 bonsai. Dari jumlah itu ada 12 bonsai kelas bintang,” ucap H. Endang.

Dijelaskan dia, termahal saat pembelian bonsai yang dipamerkan sekarang ini seharga Rp 1,7 miliar.

“Harga Rp 1,7 miliar saat pembelian dahulu. Tidak tahu saat dipamerkan sekarang ini,” kata H.Endang.

Acara pameran bonsai nasional yang digelar sekarang ini, dikatakan H.Endang dengan peserta 12 bonsai kelas bintang, ini merupakan even pertama di Kota Banjar.

“Ini terjadi pada momen Hari Jadi Ke-16 Kota Banjar tahun 2019 sekarang,” ujar H.Endang.

Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, disela-sela acara pembukaan pameran bonsai, menyatakan, pameran ini hanya even, kemudian juara itu hanya predikat.

“Silaturahmi para pencinta bonsai itu yang diutamakan. Jika boleh jujur, hubungan kekeluargaan diantara organisasi, hanya di PPBI yang sangat terasa melekatnya. Walaupun kenal di medsos, saat bertemu terasa sudah kenal lama bertahun-tahun saja,” kata Nana Suryana, sekaligus Ketua PPBI Kota Banjar.

Dijelaskan dia, diantara peserta yang hadir, selain dari Kota Banjar, Ciamis atau Priangan Timur, hadir dari Batam, Bali, Lampung,
Kalimantan Selatan, Madura, Wonosobo, Blitar, Cilacap, Tulung Agung, Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Yogyakarta, Solo, Surabaya serta sejumlah kota besar lainnya.

Dijelaskan dia, diantara jenis tanama bonsai yang dipamerkan dan ikut kontes, ada Serut, Anting Puteri, Asem, Sisir, Wahong dan aneka jenis bonsa lainnya.

“Bonsai jenis kimeng, itu termahal saat ini. Harga saat pembeliannya dahulu Rp 1,7 miliar,” ucapnya.

Dijelaskan dia, harga bonsai yang mahal, belum bisa dipastikan juara kontes. Karena, penilaian juara oleh juri, ada unsur seni tersendiri.

“Seni itu relatif, dipastikan masing-masing mempunyai penilaian sendiri atas karya, seperti seni bonsai selama ini,” tutur Nana.

Diantara bonsai yang biasa dikonteskan, dijelaskan dia, ada kelas Bintang, Utama, Madya, Regional dan Prospek.

“Diprogramkan pameran dan kontes bonsa tingkat nasional, digelar rutin setiap Bulan Peberuari mendatang,” ujar Nana. (D.Iwan)***

BACA JUGA