Bupati Dony Sidak ke Kahatex, Bahas Soal Banjir dan Macet

SUMEDANG128 views

SUMEDANG, (KAPOL).- Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan dan unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat Pemkab meninjau ke sejumlah titik lokasi banjir di Kecamatan Jatinangor dan Kecamatan Cimanggung, Selasa (12/2/2020).

Menyambangi dua titik lokasi banjir, yaitu perkampungan Solokan Jarak Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor dan PT. Kahatex di Kecamatan Cimanggung. Dua lokasi tersebut kerap menjadi langganan banjir setiap tahun saat musim penghujan.

Kondisi tersebut selain karena belum optimalnya sistem drainase juga sedimentasi di sekitar aliran sungai dan persoalan sampah yang menyumbat gorong-gorong.

Melihat permasalahan banjir tersebut, usai melakukan peninjauan, Bupati beserta rombongan langsung menggelar rapat koordinasi untuk rencana aksi penanganan banjir sekaligus membahas mengenai penyaluran bantuan sembako.

Bupati Dony menyampaikan banjir di wilayah tersebut sudah puluhan tahun terjadi dan tidak pernah selesai.

Ia menyebutkan sedikitnya ada tiga titik lokasi yang menjadi langganan banjir, yakni di jalan raya Bandung-Garut KM 23 sepanjang 900 meter, wilayah Desa Cipacing dan Dusun Cipasir Desa Cintamulya.

Solusi

Berkaitan dengan penanganan banjir tersebut, Bupati menyampaikan ada beberapa solusi pencegahan untuk mengatasi banjir di antaranya dengan membangun jaringan irigasi dan normalisasi sungai serta membangun kolam retensi untuk menampung air.

“Kami akan melakukan upaya untuk mengantisipasi banjir ini, seperti mengoptimalkan drainase di wilayah Cipacing serta normalisasi Sungai Cikeruh dan Cikondang. Selain itu, akan membangun kolam retensi di wilayah Cipacing,” jelas dia.

Menurut dia, mempertajam kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk bersama-sama mengatasi persoalan banjir tersebut.

“Sementara waktu, bila terjadi banjir, telah siap pompa air berukuran besar di PT. Kahatex,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana menyebutkan, apabila terjadi banjir di jalan raya Bandung-Garut KM 23, pihaknya kembali melakukan antisipasi dan cara bertindak, malakukan penarikan arus secara optimal dengan mengarahkan kendaraan menjadi dua lajur.

“Kami ploting sejumlah personil di depan gerbang PT Kahatex dan PT Dwipapuri,” katanya.

Selanjutnya, sambung dia, bisa dengan CB contra flow sepanjang 3 KM, sejak putaran Permata Hijau hingga PT. Kwalram.

“Nanti akan dilakukan juga pemasangan traffic cone dan papan rambu petunjuk arah, bahkan CB pengalihan arus dari arah Bandung melalui Jatinangor-Tanjungsari-Simpang keluar Parakanmuncang, tandasnya. ***