Deni Sagara: Pilkada Sebagai Jalan Untuk Melakukan Perubahan di Daerah

POLITIKA9 views


TASIKMALAYA, (KAPOL).-
Direktur Institut Desa (Isdesa), Deni Ramdani Sagara memandang, pemilihan gubernur di Jawa Barat pada 2018 mendatang, harus dijadikan sebagai momentum untuk perubahan Jawa Barat ke arah yang jauh lebih baik, dan bisa memajukan pembangunan yang ada di desa.

Masyarakat, utamanya kaum muda dan barisan milenial, harus mampu menangkap momen pilkada sebagai jalan untuk melakukan perubahan di daerah, baik itu perubahan sosial, ekonomi, politik dan juga kebudayaan. Sehingga Jawa Barat bisa mengalami lonjakan perubahan yang sangat pesat.

“Kaum muda jangan hanya bergerak di luar saja, tetapi juga harus masuk dalam kumparan politik, sehingga ide dan gagasan untuk melakukan perubahan bisa terwujud dan masyarakat bisa mengalami perubahan dari sisi kesejahteraannya,” kata Deni Selasa (19/9/2017).

Jelas Deni yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Tasikmalaya itu, anak muda harus berbaris di depan dan tidak bergerombol di luar. Kalau anak muda berbaris maka lahirlah gerakan kebangkitan bangsa yang akhirnya merdeka pada tahun 1945. Reformasi terjadi pada tahun 1999 itu juga karena barisan para kaum muda yang masuk dalam lingkaran. Tidak berteriak di luar saja.

“Saatnya kaum muda tampil di permukaan bersama kaum tua untuk ikut membangun Jawa Barat yang lebih baik lagi, karena kaum muda memiliki gagasan yang segar bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Kata dia, masyarakat sudah harus memandang hajat demokrasi sebagai sarana untuk melakukan perubahan termasuk juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini wawasan masyarakat sebuah jauh lebih maju dibanding sebelumnya sehingga tidak mudah untuk dipengaruhi oleh isu-isu yang tidak jelas untuk kepentingan politik.

Deni menjelaskan, politik pada dasarnya mulia. Aristoteles menyebut politik sebagai seni tertinggi untuk mewujudkan kebaikan bersama (common and Highest god) bagi sebuah negara. Karena, dengan politik bisa menciptakan kehidupan sosial yang nyaman dan baik, menciptakan keteraturan, keindahan dan kesopanan. Dengan politik juga bisa merubah peradaban bangsa dan daerah.

“Dengan politik kita bisa membantu ribuan, jutaan, puluhan juta warga hanya dengan satu kebijakan. Dan itu tidak bisa dilakukan oleh orang kaya sekalipun. Karena uang pribadi itu jumlahnya terbatas, sedangkan anggaran pemerintah sangat besar.
Dengan kebijakan kita bisa membantu memenuhi keinginan masyarakat memiliki jalan raya yang bagus. Gedung sekolah, puskesmas dan sarana keagamaan,” ujarnya.

Deni juga memandang, kalau di Jawa Barat masih menyimpan persoalan besar yang harus diselesaikan baik itu pengangguran, banjir, kemacetan, pembangunan yang semrawut, urbanisasi, laju pertambahan penduduk yang tinggi, kriminalitas dan segudang persoalan lainnya. Tentu itu semua menjadi persoalan yang harus diselesaikan.

Angka pengangguran di Jawa Barat masih cukup tinggi ada sekitar 1,8 juta jiwa pengangguran terbuka. Dan sebanyak 8,39 persen atau sekitar 144.500 orang pengangguran lulusan perguruan tinggi. Dan angka pengangguran itu tiap tahunnya terus bertambah.

Untuk itu, Jawa Barat itu butuh pemimpin terpelajar yang mau belajar memahami keinginan masyarakatnya untuk hidup sejahtera. Pemimpin yang bisa menyatu dan membangun kekuatan bersama rakyat, memiliki pandangan progresif. Karena kalau tidak progresif akan tergiling dan tergilas oleh sejarah.

Sedangkan isdesa sendiri saat ini terus fokus untuk menyadarkan kaum muda di desa agar memiliki keterpanggilan untuk membangun desa atau daerahnya. Itu penting karena ketimpangan antara kota dan desa semakin jauh. Desa akan terus ditinggalkan penduduknya, sehingga jumlah warga yang tinggal di d desa hanya sedikit dan bertumpuk di kota.

Termasuk juga isdesa berusaha menyadarkan masyarakat kaum muda untuk ikut berpartisipasi dalam pilkada, dan menjadikan Pemilukada sebagai sarana untuk melakukan perubahan di daerah. (Abdul Latif)***