Dicky Chandra Hangatkan Poros Tengah

POLITIKA2 views

image
Bakal calon wali kota, Dicky Chandra mengambil dan mengembalikan sekaligus formulir pendaftaran di Sekretariat Partai Nasdem Kota Tasikmalaya, Jumat (24/6/2016) | INUBUKHARI/"KP"

TASIKMALAYA, (KAPOL).-
Artis nasional yang juga bakal calon wali/wakil wali kota Tasikmalaya, Dicky Chandra hangatkan kembali poros tengah yang sempat mandeg. Setelah mendaftar melalui PBB, kali ini mencari tiket melalui Partai Nasdem untuk memlusukan langkah menuju Pilkada 2017.

“Insya Allah akan berakhir bahagia, walaupun dari dua partai ini jika lolos baru mengumpulkan empat kursi dari sembilan kursi yang dibutuhkan,” ujar Dicky saat jumpa pers di Media Center DPD Partai Nasdem Kota Tasikmalaya, Jumat (24/6/2016).

Ketiga disinggung “KP” lima kursi dukungan dari partai lain, ia menanggapi dengan berseloroh. Bahkan jika ada partai tersebut, akan berbuah manis menjadi sebuah koalisi. “Kalau akang ada (partainya), boleh bergabung,” katanya.

Ketua Tim 7 DPD Partai Nasdem Kota Tasikmalaya, Heri Toris mengatakan, komunikasi politik dengan seluruh partai memang sudah dilakukan sejak jauh hari. Sisa kursi dukungan yang dimaksud, akan terwujud dalam waktu dekat. “Malam ini ada pertemuan untuk membahas koalisi, kami optimis dapat terwujud bersama satu partai lain selain PBB,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejauh ini ada beberapa calon yang dikabarkan mendaftar ke partai yang berdiri tahun 2011 silam.

Selain Dicky dan Imran Servia, nama-nama seperti KH. Aminuddin Bustomi, M. Yusuf dan tokoh luar daerah.

“Untuk bakal calon Z1 memang Dicky, tinggal mencari saja nama Z2. Dan mereka akan mengikuti serangkaian tes serta survei sebelum ditetapkan pasangan calon yang akan diusung partai,” katanya.

Dicky pun sampai saat ini belum bisa menentukan siapa pasangan Z2 untuk bertarung di Pilkada serentak pada Februari tahun depan. Meskipun ada beberapa nama yang cocok, tetapi perlu pemahaman masing-masing dan memunculkan chemistry.

“Kalau dalam beberapa pertemuan sudah kelihatan. Tetapi kan tidak bisa menilai keseluruhan dalam pertemuan satu atau dua kali saja. Mengalir saja lah sebelum nanti memutuskan,” katanya.

Ketika disinggung mengenai dari kalangan mana calon pendampingnya, ia kembali berguyon. “Yang pasti keluarnya dari bapak dan ibunya masing-masing,” ujarnya disusul dengan tertawa semua orang yang hadir di kesempatan tersebut. (Inu Bukhari)