Ekonomi 166 KK Warga Jatigede Lumpuh

SOSIAL11 views

image

JATIGEDE, (KAPOL).
Sebanyak 116 KK warga terkena dampak Jatigede pindahan dari Desa Sukakersa, Kecamatan Jatigede, yang kini tinggal di lahan relokasi di Blok Panyiriban Desa Mekarasih Kecamatan Jatigede mengaku kehilangan pekerjaan.

Selama 7 bulan, sejak awal kepindahan, kehidupan warga tersebut mengandalkan bantuan. Pasalnya uang kerohiman yang didapat habis guna membangun tempat tinggal.
Seorang warga,Juariah (46) menyebutkan, keluarganya tidak mendapatkan penghasilan, karena harus kehilangan sawah yang biasa digarafnya.

Setelah pindah, kata dia keluarganya dilanda kebingungan. Jangankan untuk mencari pekerjaan baru. Untuk menyelesaikan bangunan rumah saja, uang tidak mencukupi,

“Terus terang saja, kami sudah kebingungan untuk menghadapi hidup kedepannya,” kata dia, Sabtu (12/3), saat mencurahkan unek-uneknya kepada Anggota DPR-RI, Doni Ahmad Munir saat melakukan kunjungan ke blok Panyiriban.

Dia menyebutkan, warga kehilangan pekerjaan disebabkan, sudah tidak lagi memiliki lahan garapan. Sedangkan pekerjaan warga kebanyakan merupakan petani.

“Mau gimana lagi, kondisinya sudah terpuruk. Kami hanya bisa pasrah,” ungkapnya.    

Untuk menutupi kebutuhan hidup, sejumlah warga menyebutkan, terpaksa harus kerja serabutan, seperti mencari ikan, menjadi buruh bangunan dan lainnya.

Warga lainnya, Amat (60) mengungkapkan, kelangsungan kehidupan warga diperparah dengan tidak ada fasilitas apapun di tempat baru tersebut. Bahkan lebih tragisnya sejumlah rumah warga malah mengalami longsor.

“Listrik tidak ada, fasilitas kesehatan apalagi.  sekolah jauh, jalan juga tanah semua,” katanya.

Amat juga menyebutkan, sebelumnya warga dijanjikan untuk secepatnya mendapatkan listrik namun sudah beberapa bulan tak ada realisasi.
Untuk mendapatkan penerangan listrik, tambah Amat, warga harus membayar Rp 8000 ke warga yang memiliki genset. Itupun tenaga listrik dari genset bisa digunakan dari pukul 18.00 sampai pukul 06.00. (Nanang Sutisna)