Endjang: Sumedang Tandang Bukan Sekadar Mimpi dan Kahayang

HUMANIORA9 views

image
DR. Drs. Endjang Naffandi, M.Si

KABUPATEN Sumedang kaya potensi dari berbagai bidang. Di antaranya bidang wisata, kuliner, pertanian, pendidikan serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal.

Demikian tutur salah seorang tokoh masyarakat Sumedang yang pernah menjadi Penjabat (Pj) Bupati Pangandaran, DR. Drs. Endjang Naffandi, M.Si kepada Kabar Priangan Online (KAPOL), Jumat (18/3/2016) di Kota Sumedang.

Bahkan, kata dia, Sumedang pun segera memiliki beberapa potensi yang luar biasa diantaranya Waduk Jatigede dan Tol Cisumdawu.

Berkaca dari potensi itu, tak hanya sekadar mimpi jika Sumedang pun bisa maju dalam berbagai bidang. 

Jika, kata dia, pola pengaturan potensi dan pelayanan pemerintahan serta pengelolaan APBD-nya, berjalan dengan baik.

Fakta yang terjadi, ujar dia, terbilang aneh dan prihatin jika Sumedang pada saat ini justru minim prestasi.

“Contoh kecil, kita (Sumedang) memiliki potensi wisata Cipanas  yang seharusnya menjadi destinasi wisata. Namun kenyataannya, wisata cipanas di Sumedang pun kalah oleh Kab. Garut?” kata alumni SMAN Sumedang itu.

Bukan itu saja,  kota tahu dikelilingi pegunungan yang ternyata potensi alam tersebut dianggapnya kurang dimanfaatkan dengan baik.

Ia mengaku optimistis bahwa pemanfaatan berbagai potensi Sumedang akan terwujud dengan baik jika pengelolan APBD serta pelayanan pemerintahannya berjalan dengan optimal.

Ia mengatakan, sinergitas semua komponen masyarakat, pemerintahan serta investor pun akan menjadi tolak ukur tercapainya Sumedang menjadi lebih baik.

Endjabg mengaku ikut bangga jika Sumedang memiliki aneka potensi kuliner yang dikenal dunia internasional seperti tahu dan ubi Cilembu.

Aneh, kata dia, potensi itu dianggap belum terkelola dengan baik. 

Kenapa tidak, kata dia, upaya mendongkrak potensi  tahu dan ubi Cilembu, maka Pemkab lebih bersinergi dengan perguruan tinggi di Sumedang.

Kolaborasi Pemkab dan perguruan tinggi itu, ujar dia, seperti melakukan penelitian terkait bagaimana caranya upaya pengembangan pertanian kedelai dan ubi.

Tak mustahil, kata dia, jika pola tersebut dilakukan maka Sumedang akan memiliki unggulan hasil pertanian seperti kedelai dan ubi.

Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) itu berharp agar kebijakan pemerintah daerah harus memperhatikan aspirasi, keinginan serta kebutuhan masyarakat. 

Pada intinya, kata dia, segala sesuatunya harus sesuai dengan kemampuan. 

Kenapa demikian, kata dia, jangan sampai tujuannya bagus namun berujung menyengsarakan dan komitmen awal yang sudah dibangun pun harus tetap konsisten. 
(Azis Abdullah)