GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah Dorong Proaktif Sikapi Pilkada

POLITIKA11 views

image
Ricky Assegaf

TAWANG, (KAPOL).-
Dua organisasi kepemudaan yang berafiliasi pada organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah yakni Gerakan Pemuda Ansor dan Pemuda Muhammadiyah meminta Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah proaktif menyikapi perhelatan Pilkada Kota Tasikmalaya 2017.

Pasalnya melalui Pilkadalah kepemimpinan ditentukan sehingga NU dan Muhammadiyah sudah sepatutnya merumuskan kriteria kepemimpinan pemerintahan dan masyarakat kedepan demi Kota Tasikmalaya.

“Kami GP Ansor akan meminta NU bagaimana rumusan termasuk kriteria Wali Kota dan Wakil Wali Kota kedepan karena hakikatnya mereka menjadi pemimpin umat yang didominasi warga Nahdlyin. Ini harus selaras agar segala kebijakan lebih menyentuh masyarakat secara mayoritas,” kata Ketua GP Ansor, Ricky Assegaf, Selasa (29/3/2016).

Menurut Ricky, NU memang bukan partai politik dan tidak bergerak pada ranah praktis. Namun secara nilai, selalu turut menentukan kepemimpinan bangsa karena pemimpin yang adil sangat dibutuhkan di era sekarang ini.

“Istilahnya nanti kita diskusi dulu, lalu mengkaji setiap kandidat. Setelah itu mendengar pendapat ini itu dulu dan NU yang memutuskan. Kenapa ?. Ini menyangkut hajar orang banyak, kalau diam tanpa parameter jelas dikhawatirkan Kota Tasik akan begini terus,” ujarnya.

image
Zaki Nurul Haq

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah, Zaki Nurul Haq pun sependapat dengan GP Ansor. Secepatnya harus ada pertemuan antara pengurus NU dan Muhammadiyah merumuskan kepemimpinan Kota kedepan.

“Kami sangat sependapat. Pemimpin pemerintahan tidak bisa diapilainkeun dan tak bisa mengapilainkeun kepada NU dan Muhammadiyah. Karena mayoritas memang warga dua ormas ini,” kata Zaki.

Dan Pemuda Muhammadiyah, secepatnya juga berkomunikasi dengan GP Ansor agar terjadi suatu perumusan formal mengenai kepemiminan kota kedepan. (Jani Noor)