Kritis tapi Etis

Jelang Lebaran, Penjahit Pakaian Marema

PANGANDARAN, (KAPOL).- Permintaan jasa menjahit pakaian menjelang lebaran, mengalami peningkatan.

Bahkan, peningkatan itu pun sudah terasa sejak memasuki bulan suci Ramadan 2019.

Tampaknya, sejumlah warga di Pangandaran, kini lebih memilih menjahit pakaian ketimbang harus membeli ke toko.

Jasa penjahit pakaian, Irsa (48) warga Sidamulih mengatakan biasanya saat bulan Ramadan dirinya bisa melayani 4 orang yang menjahit pakaian dalam setiap hari.

“Kebanyakan, konsumen yang datang hanya permak saja, semisal pasang kancing dan resleting,”ungkapnya, Kamis (30/5/2019).

Menurutnya, untuk konsumen yang akan menjahit pakaian jumlahnya dibatasi.

“Penghasilan per bulan, rata-rata Rp 9-10 juta. Sekarang, diperkirakan penghasilan hanya sekitar Rp 4-5 juta, dalam satu bulan,” katanya.

Untuk biaya permak pakaian, kata dia, biasanya ditarif Rp 10.000-20.000.

Sementara, untuk biaya menjahit pakaian dirinya membebankan Rp 100.000-150.000 untuk menjahit pakaian wanita dan Rp 125.000 untuk menjahit pakaian pria.

Ditempat terpisah, salah satu pemilik usaha busana muslim Rafa (35) mengaku jualannya mulai mengalami peningkatan pembeli.

“Pada kondisi normal, saya bisa menjual sekitar 40 hingga 80 potong busana muslim per hari,” ujarnya.

Sejak memasuki Ramadan, dirinya mempersiapkan stok pakaian dalam jumlah cukup banyak. (M. Jerry)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga