Jika PBB Usung Z1, Koalisi PPP dan PBB Terancam Pecah

POLITIKA10 views

image
Asep Adnan Bumaeri

TAWANG, (KAPOL).-
Meski sudah berkoalisi, PPP dan PBB masih jalan sendiri-sendiri. Hal itu dibuktikan dengan masuknya Dicky Chandra ke PBB yang dipastikan sudah membidik Z1. Maka jika PBB “keukeuh” di Z1, koalisi PPP dan PBB dipastikan pecah.

Kemungkinan pecah juga tidak dipungkiri Ketua PBB, Asep Deni Adnan Bumaeri maupun Ketua Tim Lima PPP, Zenzen Zaenudin. Keduanya meski mengaku masih koalisi, namun kalau tidak ada kesepakatan menyangkut calon pendamping Budi Budiman (petahana usungan PPP) sudah siap menanggung segala konsekuensi.

Menurut Asep, namanya komunikasi politik sudah pasti inensitasnya dipengaruhi dinamika politik. PBB dan PPP saat ini, ujarnya, sedang dalam tahapan saling hormat menghormati, saling memberi kesempatan dengan segala dinamikanya.

“Do’akan saja semoga segala sesuatunya baik-baik saja. Dan memang berbagai kemungkinan bisa saja terjadi,” kata Asep, Rabu (8/6/2016).

Asep pun yang saat dihubungi sedang di Bandung bertemu DPW dan DPP PBB yang salah satunya membahas perkembangan Pilkada Kota Tasikmalaya menegaskan apakah PBB sedang jauh dengan PPP, ia mengatakan tidak ingin mendahului takdir, tetapi menyatakan bahwa segala kemungkinan semisal harus pisah bisa saja terjadi.

Ketua Tim Lima PPP, Zenzen Zaenudin mengatakan bahwa PPP dan PBB masih koalisi. Dan memang kalau melihat MoU koalisi ada proses saling menghormati mengenai mekanisme internal masing-masing.

“Prinsip kesepahaman sudah oke. Kontek komunikasi dan koalisi sudah terjalin karena sudah sama-sama koalisi. Hanya soal mekanisme internal memang harus dijalani. Dan yang krusial akan dibicarakan mengenai siapa calon pendamping Budi ke PBB,” kata Zenzen.

Menurut Zenzen, sampai saat ini PPP belum menentukan siapa calon pendamping Budi Budiman. Dan terkait PBB akan bawa calon juga akan dibicarakan di koalisi.

“Termasuk kalau PBB tidak klop dengan calon wakil budi misalnya, semua masih dinamis. Hanya kalau harus sendiri juga PPP gak masalah karena untuk pendamping Budi memang harus sesuai kriteria-kriteria termasuk soal kompetensi orang karena tidak main-main untuk jadi kepala daerah itu,” tuturnya.

Untuk itu, koalisi yang sedang dibanguh ini tidak sekedar bagaimana menang dan menang saja, tapi harus melihat kompetensi calon juga karena yang akan diurus bukan menurut politisi semata tapi segala komponen masyarakat.

image

Zenzen pun tidak bisa melarang PBB yang menerima Dicky Chandra yang sama-sama mematok Z1. Hanya saja tidak mungkin di koalisi ada dua Z1 karena untuk PPP sudah jelas ada Budi Budiman.

“Nanti kita diskusikan termasuk kalau endingnya koalisi dengan PBB tidak dilanjutkan. Yang jelas kita harus saling menghormati kalau PBB tetap menyodorkan Z1,” ucapnya seraya menjelaskan bahwa PPP sangat memahami alasan bergabung maupun alasan ketika harus berpisah. (Jani Noor)