Kadispora Garut Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan SOR Ciateul

66

CIBATU, (KAPOL).- Setelah sebelumnya dijadikan tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan pembangunan bumi perkemahan (buper), kini Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Garut kembali menyandang status yang sama.

Kali ini status tersangka ditetapkan Polres Garut dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pembangunan Sarana Olah Raga (SOR) Ciateul.

Adanya penetapan tersangka terhadap Kadispora Garut berinisial K oleh Polres Garut dibenarkan Bupati garut, Rudy Gunawan.

Ia mengakau sudah mengetahui adanya penetapan tersangka terhadap salah satu anak buahya tersebut sejak beberaapa waktu lalu.

“Benar, ada penetapan tersangka oleh Polres Garut terhadap Kadispora dalam kasus dugaan tipikor pembangunan sport hall (SOR) di Jalan Suherman yang dilaksankaan tahun 2016 lalu,” ujar Rudy yang ditemui usai meresmikan pesta rakyat HUT RI Ke-74 di Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Minggu (18/8/2019).

Dikatakan Rudy, dirinya sangat menghargai proses hukum yang dilakukan Polres Garut dalam mengusut dugaan tipikor pembangunan sport hall tersebut.

Namun demikian dirinya masih akan mempelajari dulu permasalahannya sehingga belum bisa menentukan langkah pa yang akan dilakukan.

Rudy menyebutkan, dirinya terlebih dahulu akan melihat dan membaca temuan BPK terkait Jaminan Pelaksanaan (Jamlak) pembangunan SOR Ciateul tersebut.

Karena menurutnya, keterangan dari BPK-lah yang telah menjadi dasar penetapan tersangka terhadap K.

“Kita sangat menghargai proses hukum yang dilakukan Polres Garut dalam mengusut dugaan tipikor pembangunan Sport Hall Ciateul tersebut. Namun terlebih dahulu saya akan melihat dan membaca temuan dari BPK terkait Jaminan Jamlak yang menjadidasar Polres menetapkan Kadispora sebagai tersagka,” katanya.

Untuk bisa menentukan langkah apa yang akan diambil menyusul adanya penetapan tersangka terhadap K ini tutur Rudy, dirinya tentu tak bisa sembarangan.

Penelusuran tntunya terlebih dahulu harus dilakukan termasuk melihat dahulu kontruksinya penetapan tersangka tersebut.

Ditegaskannya, alasan inilah yang membuat dirinya belum bisa memberikan sanksi terhadap K meskipun saat ini statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pemberhentian jabatan sebagai Kadispora baru akan dilakukannya bila Polres sudah melakukan penahanan terhadapnya da hal ini sesuai dengan peraturan yang ada.
“Sesuai peraturan, saat ini kita belum bisa memberhentikannya dari jabatan sebagai Kadipora. Jika nanti Polres Garut sudah melakukan penahanan terhadap tersangka, baru kami akan me-non job-kannya,” ucap Rudy.

Rudy menerangkan, pemberhentian tersangka dari jabatannya dimaksudkan agar yang bersangkutan bisa serius dalam menghadapi proses hukum yang tengah dijalaninya.

Ketua Aliansi Masyarakat dan Pemuda Garut (AMPG), Ivan Rivanora mengaku menyambut baik penanganan kasus dugaan tipikor pembangunan SOR Ciateul yang diduga melibatkan Kadispora Garut berinisial K oleh Polres Garut.

Ia berharap kasus ini benar-benar diusut secara tuntas apalagi saat ini polisi telah menetapkan K sebagai tersangka.

Ivan menyampaikan, LHP BPK RI Tahun Anggaran 2016 menyatakan ada nilai anggaran sekitar Rp 16 miliar yang digunakan untuk pembangunan SOR yang berlokasi di Jalan Suherman, Ciateul, Tarogong Kidul.

Hal ini kemudian ditindaklanjuti oleh Polres Garut dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga akhirnya menetapkan K sebagai Kadispora Garut menjadi tersangka. (Aep Hendy S)***

Diskusikan di Facebook