Keluarga Besar Huda Tawarkan Calon Alternatif

POLITIKA63 views

MANONJAYA, (KAPOL).-
Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, KH Asep Maoshul Affandy mengkhawatirkan kalau Pilkada Kota Tasikmalaya 2017 hanya diikuti dua pasangan calon.

Sehingga akan terjadi adu kekuatan begitu dahsyat yang akan mengganggu kondusifitas Kota Tasikmalaya.

“Ya khawatir kalau dua mah. Perseteruan akan kuat dan berlangsung panas. Apalagi dua-duanya inkumben,” kata Asep, Rabu (30/3/2016).

Menurut anggota DPR RI dari PPP ini, keinginan banyak calon atau minimal tiga pasang calon didasari agar umat tidak terpecah belah.

Ia tidak hanya berorientasi kekuasaan semata, tetapi turut menjaga kondusifitas meski untuk Keluarga Besar Miftahul Huda sendiri sudah punya calon yang akan diusung yakni salah satu keluarga Miftahul Huda, KH Didi Abdul Hadi.

“Kalau kekuasaan saja mah sudah saja dua. Asal ada calon wakil dari Huda (sebutan Ponpes Miftahul Huda). Tapi ini mah bagaimana Tasik kondusif sehingga jangan ada dua calon,” ujarnya.

KH Asep pun akan berusaha menciptakan pasangan calon ketiga jika yang atmosfir politik mengarah ke dua pasang calon.

Salah satunya menaikan KH Didi Abdul Hadi seandainya tidak diambil oleh petahana Budi Budiman atau Dede Sudrajat.

“Nanti saya jajaki lah. Apakah Budi dan Dede bersedia ngambil Didi. Kalau tidak ya maju sendiri,” ucapnya.

Meski demikian, kalau diambil oleh salah satu inkamben (Budi atau Dede), Asep juga akan membentuk calon ketiga agar Tasik tidak memanas ketika Pilkada.

“Nyolok mah sapoe, ulah sampai halodo sataun lantis ku hujan sapoe. Ieu bahaya. Makana ulah nepi ka dua calon,” tuturnya.

Disinggung perahu politik untuk Didi Abdul Hadi, Asep ingin dari PPP karena bagaimana pun juga peluang PPP tampil di Pilkada masih memungkinkan.

“Yang masalahnya eta aya nu hayangeun balap tapi kalah hayang balap sorangan. PPP digembosi, Golkar oge. Atuh lain ge balap ari kieu mah,’” ujarnya. (Jani Noor)