Mengurai Fakta

Kembalikan Citra Pendidikan dengan Menumbuhkan Kesadaran

Oleh Farha Millati Hanifah, Kelas XI IIS MA Al-Choeriyyah Cibeas Cintaraja Singaparna

Pendidikan pada masa kini sudah bukan lagi hal yang mewah dikalangan masyarakat, terbukti dengan berkurangnya angka anak yang putus sekolah dan bertambahnya angka pendaftaran siswa baru diberbagai daerah.

Hal tersebut merupakan salahsatu dampak positif dari kebijakan pemerintah berupa wajar 12 tahun dan juga beberapa kebijakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan secara gratis. Ini membawa titik terang bagi para orang tua yang berfikir dua kali untuk menyekolahkan anaknya, namun terlibat masalah biaya.

Meskipun begitu, fasilitas pendidikan yang gratis juga harus diiringi dengan kualitas pendidikan yang baik pula. Hal tersebut menjadi tugas tersendiri bagi para tenaga pendidik untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang baik dan mencetak manusia yang berilmu dan berkarakter.

Pendidikan berkarakter saat ini memang telah banyak diterapkan diberbagai sekolah di berbagai jenjang dari mulai SD,SMP, hingga SMA. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air, akan tetapi hanya sedikit dari mereka yang berhasil merealisasikan dan menerapkan pendidikan berkarakter di lingkungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang guru honorer di salahsatu sekolah berkata, “Keberhasilan pendidikan berkarakter juga harus didukung dengan adanya kerjasama dan korelasi dari murid tersendiri, karena tidak mungkin sebuah bangunan akan berdiri tanpa adanya perpaduan yang baik dari setiap unsurnya,” tuturnya.

Aspek yang ditonjolkan dalam pendidikan berkarakter lebih mengedepankan sopan santun dan tatakrama seorang siswa dalam menjalani kegiatan kesehariannya, jika mengacu pada prinsip demikian dan dikaitkan dengan meningkatnya angka siswa di tanah air, sangatlah tidak serasi dan saling ketertinggalan satu sama lain.

Tidak jarang dari mereka (para siswa) yang lebih mengedepankan gengsi sekolah daripada tujuan utama mereka yaitu mencari ilmu, maka dari itu para tenaga pengajar pun harus lebih ekstra dalam pembentukan karakter dan mindset para anak didik agar tidak diperbudak oleh gengsi mereka sendiri.

“Padahal yang saya rasa, sekolah di mana pun tergantung ketekunan dan kemauan kita dalam mewujudkan cita-cita” ucap salah seorang siswi di sekolah menengah atas swasta di Tasikmalaya.

Pendidikan sudah seharusnya menjadi sarana bagi para pendidik untuk mendidik anak dan membantunya mengukuhkan kepribadian dan menanamkan karakter orang yang berpendidikan yang saat ini sangat jarang sekali kita temukan.

Banyak siswa yang tidak mencerminkan status orang berpendidikan, mereka seakan menganggap pendidikan hanyalah sebatas formalitas yang mereka jalani sebagai salahsatu tahap kehidupan.

Melihat hal tersebut maka para pemeran dunia pendidikan harus menyadari kembali tujuan utama dari pendidikan itu sendiri, bukan hanya sekedar pandai dalam teori akan tetapi para siswa juga harus mampu mencerminkan diri sebagai orang berpendidikan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski mungkin hal tersebut akan sulit dilakukan karena berkurangnya rasa hormat para siswa kepada guru mereka yang diakibatkan perubahan zaman. Kendati demikian para tenaga pengajar tak pernah lelah untuk terus berusaha mewujudkan pendidikan berkarakter yang mencerminkan sikap kebangsaan dalam tatanan bermoral dalam kehidupan.

Pada Hari pendidikan Nasional saat ini diharapkan menjadi tolak ukur dan pemicu semangat bagi para pendidik dan terdidik untuk menciptakan relasi dan hubungan serta kerjasama yang baik dalam bidang pendidikan, agar menciptakan dan mengembalikan hakikat pendidikan yang sangat baik didalam berbagai aspek kehidupan.

Hari pendidikan Nasional merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap istimewanya dunia pendidikan yang berperan penting dalam mewujudkan sebuah kehidupan.

Diskusikan di Facebook