KKN Unper Jadi Ajang Kembangkan Potensi Desa

43

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan perguruan tinggi dapat menjadi ajang berbagi ilmu dalam berbagai bidang dengan masyarakat dan pemerintah setempat. Selain itu, KKN juga menjadi ajang mencari pengalaman bagi mahasiswa.

Seperti disampaikan Rektor Unper, Prof. Dr. H. Yus Darusman, M.Si dalam kegiatan ekspo KKN Unper 2019 di lapangan Terminal Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (15/8/2019).
Seperti makna ekspo itu sendiri, kegiatan tersebut sebagai bentuk refleksi mengenai apa yang kelompok KKN lakukan di desanya masing-masing.

“Merefleksi itu berarti di dalamnya itu program apa yang dia lakukan dan hasilnya seperti apa. Yang dia tampilkan di sini hasil, bukan proses. Prosesnya dia omongin, hasilnya dia perlihatkan,” jelasnya.

Berbagai produk makanan, kerajinan, hingga produk kreatif ditampilkan mahasiswa dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan peringatan HUT ke-74 RI bersama siswa dan warga setempat. Tidak hanya stan yang dihias secara kreatif, produk yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas mahasiswa.

Namun, ia berharap ada suatu pengembangan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap potensi yang ada di desa, tempat mereka KKN. “Misalnya di desanya ada nugget, nuggetnya oleh mahasiswa dibagaimanakan? Dikemas, di-manage, ada pelatihan manajemen, pelatihan marketing, pelatihan pembukuan,” katanya.

Di samping itu, ada satu langkah yang perlu dilakukan oleh mahasiswa KKN yaitu pembuatan jejaring pemasaran melalui teknologi dalam jaringan (daring) alias penjualan secara online. Hal ini sejalan dengan perkembangan pemasaran pada zaman sekarang, sehingga jangkauan pemasarannya tidak terbatas dan potensi pendapat pun semakin luas.

Hal itu sebagai bentuk pengembangan potensi yang ada di desa sekaligus memecahkan masalah, terutama masalah ekonomi yang ada di desa. Masing-masing kelompok KKN dapat menolong masyarakat supaya masyarakat mampu mengembangkan dirinya sendiri.

Lebih dari sekadar itu, KKN juga menjadi ajang mencari pengalaman bagi mahasiswa apabila setelah lulus akan menjadi pengusaha. Dengan pengalaman tersebut, diharapkan ia mampu menjadi wirausahawan yang tangguh.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Siliwangi Tasikmalaya, Brigjen TNI (Purn) Dr. H. Dedem Ruchlia, M.Si mengatakan bahwa KKN merupakan proses studi mahasiswa Unper guna mencari pengalaman praktik di daerah sesuai bidangnya masing-masing sebagai persiapan kembali ke masyarakat.

KKN juga sebagai program penjajakan untuk bisa membantu pemerintah daerah dengan bidang keilmuan. Kebijakan pemerintah desa setempat dapat membuat suatu kebijakan dengan menyeleraskan pada ilmu yang dibawa mahasiswa.

“Misalnya begini. Ada konsep tentang bagaimana meningkatkan, memberdayakan pertanian. Mereka punya ilmu yang didapat di kampus, barang kali bisa diambil oleh pemerintah setempat, jadi kebijakan di daerah bagaimana megelola daerah sebaik-baiknya,” katanya.

Sementara bagi mahasiswa sendiri, mereka dapat meneliti fakta di lapangan untuk dikaji sehingga mahasiswa dapat menemukan konsep-konsep untuk tulisannya. “Nanti dia akan membuat skrips di bidangnya masing-masing, untuk untuk bahan penelitian,” katanya.

Adapun dalam KKN 2019 ini diikuti sebanyak 601 mahasiswa dari berbagai jurusan yang disebar ke berbagai wilayah utara Kabupaten Tasikmalaya, termasuk di Kecamatan Rajapolah. Pada KKN tahun akademik 2019/2020 ini, Unper menerapkan metode KKN Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan KKN Tematik.

Camat Rajapolah, Yana Hermana mengatakan bahwa adanya program KKN di wilayahnya sangat apresiatif karena dapat bekerjasama dengan pemerintah setempat dan masyarakat. Bahkan, pihaknya berharap Rajapolah kembali dijadikan lokasi KKN Unper.

“Kadang-kadang oleh desa banyak program yang belum tersampaikan, dibantu mahasiswa KKN. Alhamdulillah bisa membantu dari berbagai bidang. Baik dari bidang kesehatan, kebersihan, pendidikan, termasuk dalam pengembangan ekonomi,” katanya. (Aji MF)***

Diskusikan di Facebook