oleh

Laboratorium Dinas Perikanan dan Peternakan Sumedang, Minim Peralatan

 

SUMEDANG, (KAPOL).- Peralatan laboratorium untuk pengecekan kesehatan ikan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang dinilai masih minim.

Hal tersebut disebabkan oleh mahalnya peralatan untuk kebutuhan laboratorium.

Harga salah satu item alat saja mencapai Rp. 250 Juta.

Demikian disampaikan, Kasie Kesling dan Konservasi pada Bidang Perikanan, Trisna Wulan Hartati, Senin (22/1/2018).

Dia mengungkapkan, sarana alat pada laboratorium sebenarnya sangat dibutuhkan.

Pasalnya potensi budidaya ikan di Sumedang sangat potensial. Apalagi saat ini Sumedang memiliki Waduk Jatigede yang diproyeksikan sebagai lahan perikanan.

“Kita saat ini terkendala tidak maksimalnya peralatan laboratorium kesehatan ikan di Sumedang. Karena harga alat sangat mahal,” ujar Trisna.

Ia mencontohkan, untuk pengecekan kualitas air kolam budidaya ikan di Sumedang, kini hanya menggunakan test kit.

Metode pengecekan dengan testkit, adalah mengecek parameter kulitas air dengan melakukan pengecekan pada nitrat, nitrit, amoniak, kecerahan, ph air dan DO (disolved oksigen).

“Yang termurah ya dengan metode test kit saja,”imbuhnya.

Trisna menambahkan, pada 2018 awal bidang kesling menargetkan pengecekan ratusan kolam miliki kelompok pembudidaya ikan di 26 kecamatan.

Prioritas yang dilakukan, adalah pengecekan kualitas air di setiap kolam pembudidaya ikan dan bahkan perairan Waduk Jatigde.

“Tujuannya ya memantau kesehatan ikan dan kemungkinan adanya hama penyakit pada ikan di sejumlah titik diantaranya di kolam. Kemudian di tempat budidaya pembesaran dan unit pembenihan rakyat juga pada balai benih ikan,” tuturnya.

Output dari hasil pengecekan, kata dia, akan dievaluasi dan dilakukan tindakan jika terjadi penurunan kualitas air kolam.

Jika kualitas air menurun, pihaknya akan melakukan penanganan seperti jika ph tanah rendah akan dilakukan pengapuran dan jika kualitas air buruk, harus menydiakan tandon/penampung pada kolam tersebut.

“Salah satu contoh kualitas air yang kurang bagus itu di Wado. Kemungkinan adanya air limbah yang masuk ke kolam kolam,” katanya lagi.

Namun demikian, mengacu pada tahun sebelumnya, tingkat kesehatan ikan di Sumedang dinilai masih aman. Sebab kondisi air di para pembudi daya ikan masih tergolong baik.

“Kalau di perairan Jatigede (kualitas airnya)sulit di prediksi karena berbagai aliran air bermuara di Jatigede. Mungkin saja bisa tercemari,” ungkapnya. (Nanang Sutisna)***

BACA JUGA