Lebaran Sebentar Lagi

KILAS75 views

Muhammadiyah-Pemerintah bisa berbarengan, Idulfitri 1 Syawal 1437 H – 6 Juni 2016

image
Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam akan menggelar sidang itsbat (penetapan) awal bulan Syawal 1437H pada Senin (04/07/2016) | KEMENAG RI

TAWANG, (KAPOL).-
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya memprediksi Idulfitri jatuh pada Rabu 6 Juli 2016. Hal tersebut terlihat dari hasil hisab awal bulan Syawal 1437 Hijriah dengan sistem ephemeris yang dilakukan tim falakiyah MUI Kota Tasikmalaya.

“Mempertimbangkan hilal belum memungkinkan untuk bisa dirukyat karena belum wujud, maka sesaat setelah ghurub pada hari tersebut belum masuk tanggal 1 Syawwal 1437 H. Maka tanggal 1 Syawwal 1437 H. tidak dimulai dari malam Selasa Legi 05 Juli 2016 M, tapi dari malam Rabu Pahing 06 Juli 2016 M, sehingga Idulfitri 1437 H adalah hari Rabu Pahing 6 Juli 2016 M,” ujar Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH. Achef Noor Mubarok kepada “KP”, Senin (27/6/2016).

Meskipun begitu, ketetapan tanggal 1 Syawal harus menunggu dahulu sidang isbat Kemenag RI yang dilaksanakan pada selepas magrib Senin, 4 Juli 2016 mendatang. Adapun hasil penghitungan ini, sifatnya hanya sebatas referensi saja dan melakukan pengamatan di lapangan.

“Pada sidang isbat nanti juga tim kita ikut melakukan observasi bisa di Cirebon atau di Pantai Sindang Kerta Cipatujah Kabupaten Tasikmmalaya. Keputusan hari dan tanggal berapa itu dari hasil sidang isbat,” katanya.

Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Iip Syarifudin mengatakan, dalam maklumat PP Muhammadiyah No: 01/MLM/I.0/E/2016 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1437 Hijriah, Idulfitri jatuh pada Rabu Pahing, 6 Juli 2016 M. Lama bulan ramadan pada tahun ini berjumlah 30 hari.

“Sepertinya bakal berbarengan idulfitrinya tahun ini. Mulai ramadannya juga sama, ya sudah menjadi ketetapan di kami,” katanya melalui telepon seluler.

Meskipun belum ada kepastian hari raya idul fitri, masyarakat Kota Tasikmalaya sejak akhir pekan lalu mulai menyerbu pusat perbelanjaan untuk membeli “acuk bedug”. Alhasil, sejak sore hari jalan-jalan menuju pusat perbelanjaan macet. (Inu Bukhari)