Literasi Ekonomi Syariah Masih Rendah

LINIMASA17 views


TASIKMALAYA, (KP).-

Masih minimnya penerapan ekonomi dengan prinsip Islam di Tasikmalaya, mendorong banyak pihak untuk menggenjot hal tersebut. Seperti salah satunya, Pusat Kajian Ekonomi Islam Tasikmalaya yang baru saja menggelar kegiatan mini workshop, bertajuk Ghoror dan Kaitanya dalam Aplikasi Muamallah Kontemporer.

Pemateri Atep Firmansyah S.EI, MM menilai minimnya penerapan tidak lain karena pemahamannya pun masih sangat terbatas. “Literasi harus diakui masih rendah, bahkan terkait istilahnya saja, banyak masyarakat tidak tahu, lebih akrab dengan istilah khusus lainnya,” ujarnya dijumpai di sela kegiatan yang digelar di Masjid An Nahl Mangkubumi, Sabtu kemarin.

Menurut Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Pusat Kajian Ekonomi Islam Tasikmalaya, Andi Nurfalah kegiatan yang juga ajang silahturahmi ini ingin meluruskan persepsi di masyarakat terkait ekonomi syariah. “Karena tidak sedikit yang mengira konsep ekonomi Islam sama dengan konvensional, padahal sangat jauh, kalau di ekonomi syariah ini prinsipnya ya keadilan dan akadnya serba jelas, tidak berdasarkan pengaruh gerak ekonomi dunia,” pungkas dia.

Ruang diskusi tersebut terbuka buat umum dan rutin digelar satu minggu sekali. Menurutnya, ini bentuk kepedulian sebagai masyarakat, yang ingin lebih membekali masyarakat untuk berekonomi syariah. “Seperti sektor perdagangan di Tasik ini kan sudah sangat bagus, tinggal bagaimana praktiknya lebih ke diarahkan ke syariah,” ujarnya. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai lapisan, dari masyarakat, mahasiswa, komunitas hingga pelaku usaha. (Astri Puspitasari)***