Mahasiswa dan Masyarakat Kembali Aksi Tuntut Wali Kota Mundur

KOTA TASIK27 views

BUNGURSARI, (KAPOL).- Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Forum Aspirasi Mahasiswa dan Masyarakat Kota Tasikmalaya kembali menggelar aksi di Balai Kota Tasikmalaya, Selasa (27/8/2019) siang.

Mereka menuntut Wali Kota Tasikmalaya H. Budi Budiman yang sudah di tetapkan jadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mundur.

Massa aksi yang dikawal ketat oleh personil Polres Tasikmalaya Kota tidak sempat masuk ke Gedung Balai Kota.

Mereka tertahan di halaman karena pintu masuk dijaga Kepolisian dan Satpol PP Kota Tasikmalaya.

Dalam aksi tersebut mereka membawa spanduk bertuliskan protes dan kecaman terhadap Wali Kota. Mereka juga melakukan orasi secara bergantian.

Koordinator Aksi Yosep Nurman didampingi Wakil Koordinator Ajat Sudrajat mengatakan, ada beberapa tuntutan yang ingin kami sampaikan dalam hal ini KPK harus konsisten.

Hingga saat ini tersangka Wali Kota masih tetap ongkang-ongkang duduk manis di kursi jabatannya.

Dikatakannya, pihaknya menuntut KPK segera menahan Wali Kota Tasikmalaya H. Budi Budiman.

KPK juga harus bertindak profesional, tidak deskriminatif dan tidak lambat dalam menangani kasus korupsi yang menjerat Wali Kota Tasikmalaya.

Sehingga tidak menimbulkan banyak pertanyaan bagi warga Tasikmalaya.

Selain itu, kata Yosep, KPK harus segera turun ke Tasikmalaya untuk menuntaskan semua praktek dan kasus korupsi yang sudah marak di Tasikmalaya.

“Wali Kota Tasikmalaya segera mengundurkan diri dari jabatannya tanpa harus malu-malu karena kami warga Kota Tasikmalaya tidak mau dan tidak ridho dipimpin oleh seorang koruptor,” katanya.

Sementara Wali Kota tersangkut dalam kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya tahun 2018 sebanyak Rp 400 juta kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawannya.

“Kami percaya dan yakin pada semua penegak hukum begitupun dalam hal ini KPK bisa memberantas pelaku kejahatan. Namun dengan tidak ditangkapnya Wali Kota Tasikmalaya, kami bertanya ada apa dengan KPK dan tidak tegas. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap KPK jadi berkurang dengan masih tidak jelasnya kasus ini,” katanya.

Diungkapkan Yosep, dengan tidak ditahannya Wali Kota Tasikmalaya malah membuat kegaduhan di Tasikmalaya. Masyarakat terus bertanya-tanya kasus yang saat ini ditangani KPK itu audah sejauh mana.

“Kami sebagai warga Kota Tasikmalaya sangat ridho Tasikmalaya tanpa Budi Budiman,” ujarnya.

Pihaknya akan terus melakukan aksi sampai Wali Kota ditahan KPK atau mundur dari jabatannya.

“Jika tidak mundur, terpaksa Wali Kota akan siturunkan dengan cara kami. Kami akan melakukan aksi besar-besaran,” katanya.

Pihaknya juga rencananya akan melakukan aksi ke kantor KPK di Jakarta. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan aksi juga ke DPR RI untuk meminta perlindungan sebagai warga selama dalam menjalankan aksi di Jakarta.

Massa aksi membubarkan diri setelah memasang spanduk kecaman di tembok pagar gedung Balai Kota Tasikmalaya. (Erwin RW)***