oleh

Mesin Pengolahan Susu Bantuan Spanyol Belum Berfungsi

PAGERAGEUNG, (KAPOL).-Bantuan satu set mesin pengolahan susu sapi beserta mesin pengemasannya dari pemerintah Spanyol di Koperasi Mitrayasa, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, hingga kini belum bisa dioperasionalkan. Padahal, mesin berteknologi tinggi itu diterima koperasi setahun lalu.

“Sejak bantuan mesin pengolahan susu itu diterima setahun lalu, hingga kini belum bisa dioperasional maksimal. Pasalnya, mesin tersebut belum didukung berupa modal dan pengembangan,” kata pengurus Koperasi Mitrayasa, Farid Aroemni kepada “KAPOL” Senin (25/2/2019).

Menurutnya, tempat pengoperasional mesin juga belum layak sesuai dengan standar. Dengan demikian sangat diharapkan adanya dukungan bantuan modal dari pemerintah daerah.

Setidaknya untuk melengkapi kekurangannya. Karena jika usaha ini dikelola baik, diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya peternak sapi perah.

Sebab disaat mesin beroperasi, maka susu dari peternak sapi perah di Kecamatan Pagerageung tidak lagi dijual ke perusahaan. Namun bisa ditampung dan dibeli oleh koperasi dan diproduksi.

Harga jualnya pun akan lebih tinggi dan keuntungannya kembali buat peternak. Karena mesin bantuan senilai Rp 21 miliar, bisa memproduksi berbagai produk dengan bahan baku susu.

“Namun yang terjadi saat ini, mesin-mesin belum mampu difungsikan atau dioperasionalkan secara maksimal. Ya, disebut mubazir tidak juga hanya pengoperasionalannya saja terbatas. Diharapkan Pemkab Tasikmalaya ada niat untuk membantu dan mendukung agar mesin bisa dioperasionalkan,” tuturnya.

Dikatakan Farid, dengan adanya mesin ini sangat besar harapan, kesejahteraan peternak sapi perah bisa meningkat. Karena harga susu bisa dijual lebih tinggi. Selama ini peternak masih menjual susu ke perusahaan, yang tentunya harga susu diatur oleh pihak perusahaan.

“Terkait usulan bantuan, sudah beberapa kali dilakukan. Namun hingga kini belum ada respon yang menggembirakan,” ungkapnya. (Ema Rohima)***

BACA JUGA