Minim Pasokan Air, Produksi Palawija Menurun

EKBIS2 views

GARUT, (KAPOL).-Kurangnya pasokan air akibat musim kemarau berdampak terhadap penurunan jumlah produksi, tanaman sayuran milik para petani.
Bahkan,  tanaman milik petani pun sekarang mulai diserang hama ulat.

“Pasokan air untuk mengairi lahan pertanian kini sudah benar-benar kurang.  Kami terus mencari sumber air baru agar tanaman kami tidak sampai benar-benar kekeringan,” ujar Ajat (55), petani sayuran warga Desa Godog.

Dirinya dan petani lain di daerah tersebut berjibaku mencari sumber air baru. Hal itu dilakukan agar tanaman mereka bisa tetap hidup dan tidak gagal panen.

Jika pemerintah tidak segera turun tangan, tambahnya, maka dikhawatirkan tanaman milik petani di daerah tersebut benar-benar akan mati dan terjadi gagal panen. 

Adapun jenis sayuran yang ditanamnya saat ini dan terancam serangan hama ulat akibat kurangnya pasokan air di antaranya cabe, buncis, bawang daun, dan cabe rawit. 

Kepala Seksi Serealia Bidang Palawija pada Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dudung Sumirat, menyebutkan kekeringan yang melanda sejumlah lahan pertanian di Garut kini mulai berdampak terhadap menurunnya jumlah produksi palawija. 

Salah satu komoditas palawija yang sudah turun jumlah produksinya adalah jagung. Namun Dudung mengaku belum mempunyai angka pasti terkait jumlah penurunan produksi tersebut.

Diterangkan Dudung, hingga September 2017 ini, luas lahan tanaman jagung baru mencapai 74 ribu hektare dengan hasil produksi biasanya mencapai 7 ton per hektare. Bulan-bulan ini menurutnya merupakan masa-masa rawan untuk komoditi tanaman jagung karena kurangnya pasokan air.

“Untuk mengantisipasi kekeringan akibat kemarau ini, kami juga bekerjasama dengan TNI untuk melakukan pencarian sumber mata air baru dan memperbaiki sejumlah saluran irigasi teknis. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya gagal panen bagi para petani padi, jagung, dan kedelai,” tuturnya. 

Banyaknya lahan pertanian di wilayah Garut yang saat ini mulai dilanda kekeringan, tak luput dari perhatian pihak Komando Distrik Militer (Kodim) 0611 Garut.

Berbagai upaya pun terus dilakukan termasuk menerjunkan anggotanya ke l;apangan untuk melakukan pemantauan secara langsung.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0611 Garut, Mayor Aat Supriatna, menyebutkan pihaknya segera melakukan antisipasi agar tidak terjadi gagal panen akibat kekeringan yang melanda sejumlah lahan pertanian. 

Antisipasi khususnya dilakukan terhadap tiga komoditi palawija yaitu padi, jagung, dan kedelai.

“Tidak hanya melakukan pemantauan, kita juga turut serta dalam melakukan berbagai upaya seperti pencarian sumber mata air baru. Bahkan kita pun sudah merencanakan untuk membangun saluran irigasi,” kata Aat.(Aep Hendy S)***