oleh

Pastikan Kapan Video “Vina Garut” Dibuat, Polisi Lakukan Digital Forensik

KARANGPAWITAN, (KAPOL).-  Satreskrim Polres Garut terus melakukan pengembangan penyelidikan dalam pengusutan kasus video gangbang “Vina Garut”. Dalam waktu dekat, polisi akan melakukan digital forensik terhadap video yang sempat viral tersebut.

Menurut Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, dilakukannya digital forensik itu sangat penting untuk dapat memastikan kapan video tersebut dibuat.

Pihaknya pun telah mengirimkan video yang sebelumnya terdapat di ponsel milik salah satu tersangka yang juga mantan suami tersangka V berinisial A alias Rayya.

“Videonya sudah kita kirimkan ke Mabes Polri untuk dilakukan digital forensik agar kita mengrtahui secara pasti kapan video tersebut diambil,” ujar Maradona, di ruang kerjanya, Jumat (23/8/2019).

Dari keterangan sementara yang telah berhasil dihimpun tutur Maradona, video tersebut diambil pada tahun 2018 lalu.

Namun tiga tersangka yang telah diperiksa dalam kasus video porno itu keterangannya berbeda-beda ketika ditanya bulan apa video tersebut dibuat, ada yang bilang bulan April tapi ada juga yang menyebut bulan Oktober.

Dikatakannya, jika video itu diambil setelah bulan April 2018, maka dapat dipastikan tersangka V sudah dewasa saat melakukan hubungan dengan tiga pria sebagai mana terekam dalam video tersebut.

Namun apabila video itu diambil di bawah April, maka saat itu usia V masih di bawah umur dan ketiga pria yang melakukan hubungan intim dengannya bisa dijerat Undang-undang Perlindungan Anak.

“Para pria yang dalam video “Vina Garut” itu bisa juga dikenakan pasal berlapis jika terbukti melakukan perbuatan mesum itu saat usia V masih di bawah umur. Kami juga akan menerapkan Undang-undang Perlindungan Anak,” katanya.

Khusus untuk penerapan Undang-undang Perlindungan Anak ini, diungkapkan Maradona, status V bisa jadi sebagai korban.

Namun hal ini tak menggugurkan statusnya sebagai tersangka dalam kasus video porno yang dilakukannya.

Ia menyampaikan, meski pihaknya mendapatkan sedikitnya 50 video porno yang dilakukan para tersangka dalam ponsel milik tersangka A alias Rayya, akan tetapi penyidikan hanya fokus pada dua video yang sebelumnya beredar luas di media sosial dan viral di masyarakat.

Menanggapi adanya pengakuan tersangka V melalui kuasa hukumnya yang menyebutkan dirinya dipaksa melakukan adegan suami isteri bersama tiga pria oleh tersangka A yang saat itu masih berstatus suaminya, Maradona menilai hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan keterangan ke arah itu.

Demikian pula dengan pengakuan tersangka V lainnya yang menyatakan dirinya juga dipaksa dan diancam agar menunjukan mimik seolah merasa senang dan menikmati apa yang tengah dilakukannya.

“Kami belum mendapatkan indikasi adanya pemaksaan kepada tersangka V. Yang kami lihat hingga saat ini motif V melakukan hal itu karena mendapatkan bayaran,” ucap Maradona.

Maradona kembali menegaskan saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua tersangka lainnya dalam kasus video “Vina Garut”.

Kedua tersangka ditetapkan sebagai tersangka karena ikut melakukan adegan mesum bersama tersangka V dan adegan yang mereka lakukan terekam dalam video yang beredar luas di masyarakat.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan dan mengamankan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni V, A, serta B.

Untuk tersangka V dan B, hingga saat ini masih dilakukan penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut sedangkan tersangka A tidak ditahan dengan pertimbangan kondisinya yang sakit parah. (Aep Hendy S)***

Foto | Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng

 

BACA JUGA