Pasukan Budi Siap Dideklarasikan

POLITIKA8 views
image
Kaos Tasik Berbudi siap menjadi identitas Pasukan Budi (Padi) dalam memenangkan Budi Budiman pada Pilkada 2017 | JANI NOOR/"KAPOL"

CIPEDES, (KAPOL).-
Sejumlah elemen dari berbagai ormas, LSM, organisasi mahasiswa dan pelajar serta profesi siap mendeklarasilan relawan pemenangan Budi Budiman pada Pilkada Kota Tasikmalaya 2017.

Relawan dengan nama “Padi” atau singkatan dari Pasukan Budi itu sudah membangun jejaring struktur sampai tingkat kecamatan.

Koordinator Padi, Iwan mengatakan, dibentuknya relawan Padi ini sebagai aksi spontan agar Budi Budiman (Wali Kota Tasikmalaya) kembali memimpin Kota Tasikmalaya.

Pasalnya, banyak program berkesinambungan yang harus diselesaikan di lima tahun kedepan atau 2017-2021.

“Maka Pak Budi harus menjadi Wali Kota lagi agar pembangunan yang sudah dilakukan serta akan dilakukan terus berkesinambungan,” kata Iwan, Minggu (8/5/2016).

Menurut Iwan, sistem demokrasi membatasi masa kepemimpinan sampai dua periode atau sepuluh tahun. Lima tahun pertama diidentikan peletakan pondasi dan lima tahun kedua mendirikan bangunan.

Maka jika kepemimpinan Budi Budiman tidak berlanjut, secara otomatis di periode berikut 2017-2021, segala pembagunan bisa mandek karena beda Wali Kota akan beda program.

“Memang ada capaian Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang menjadi acuan setiap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kalau Wali Kotanya beda, tentu akan berbeda pula karena RPJP bersifat global,” ujarnya.

Untuk itu, Budi Budiman harus menjadi Wali Kota kembali harga yang tak bisa ditawar karena ada program berkesinambungan yang tidak bisa selesai dalam lima tahun saja.

“Contoh Jalan Mangin. Itu harus dilanjutkan sampai Kawalu sehingga Tasik memiliki jalan lingkar yang melingkar, termasuk Jalan Mashudi yang dari Pos AU ke Karangresik. Ini harus dilanjut dan ditangan Budi lah pembangunan itu bisa direalisasikan,” ucap Iwan.

Iwan pun menegaskan, Pasukan Budi (Padi) akan melakukan kerja politik bersifat agitasi dan propaganda atas capaian kinerja Budi Budiman, serta kerja konsolidasi massa. (Jani Noor)