Pembangunan Akses Tol ke Priangan Timur Akan Tunjang Potensi Ekonomi

TASIKMALAYA, (KAPOL)-.

Pembangunan akses masuk ke jalur Priangan Timur dari arah Bandung, dan sebaliknya, sudah mencapai titik urgensi yang tinggi. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Pemberdayaan dan Potensi Daerah Nana Mulyana, menurut dia perkembangan daerah Priangan Timur yang kini masih belum tergarap signifikan, salah satu kendalanya terletak dari infrastruktur tersebut.

“Sekarang kita mau kesana, kan tidak ada pilihan. Jalurnya kalau gak lewat Garut, ya Ciawi. Belum lagi berbagai kemungkinan, seperti yang sering terjadi truk mogok. Akhirnya perjalanan biasa, katakanlah Bandung – Tasik dulu ditempuh dua sampai tiga jam, sekarang tidak bisa diprediksi. Di akhir pekan, bisa enam tujuh jam, jelas ini trouble,” tutur dia kepada “KP”, Selasa (17/11/2015).

Alternatif kereta api, pun dipandangnya belum bisa menjawab. Lantaran tidak tersedia setiap jam. Hanya beberapa waktu saja. Akhirnya, lanjut Nana, banyak masyarakat, buyer, sampai investor yang menjadi enggan bertandang ke wilayah Priangan Timur.

Padahal, dia menegaskan, potensi Priangan Timur amatlah luar biasa jika dibandingkan wilayah Jabar lainnya, selain Bandung. “Pengunjung luar daerah yang berkunjung ke Jawa Barat hanya enam puluh sampai tujuh persen saja terserap di Bandung, sisanya ya ke Priangan Timur ini. Kalau saja akses tol terbuka, saya yakin angkanya langsung meningkat drastis,” tegas Nana.

 

Meski demikian, Nana mengingatkan jika persiapan dari tuan rumah, tentu harus sudah dimatangkan agar betul menangkap semua potensi dan kesempatan yang ada nantinya. “Jangan sampai seperti jalur by pass Cikoneng, begitu dibuka jalur Rajapolah mati. Itu artinya kan contoh kongkret pemerintah kurang sigap antisipasi pengembangan. Atau kasus, pembangunan tol Cipali kemarin yang mengakibatkan kunjungan ke Tasik berkurang drastis, hal-hal ini juga mesti diantisipasi dari sekarang,” himbau dia.

Salah satunya dengan melakukan gerakan kewirausahaan yang dilakukan seluruh wilayah akan mendorong masing-masing perekonomiannya, selain dari segi kompetensi tidak kalah penting terus ditingkatkan.

“Bisa saja nanti daerah Priangan Timur jadi penonton dan tamu di rumah sendiri, karena pemainnya semua dari luar. Makanya, benteng dari regulasi pemerintah harus sudah ada. Saya yakin ketika tol dibuka, daerah sana akan banjir investor,” prediksi Nana.

Pihaknya dari Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat akan menjadi garda ke depan untuk mendorong Pemerintah Pusat dan Daerah merealisasikan tol dalam waktu segera mungkin.

“Begini, bandara udara komersial tentu juga angin segar, kereta yang ada pun mendukung, tapi yang paling mudah dan rasional menjawab permasalahan akses ya pembukaan jalur tol. Keberadaannya jalur cepat ini sangat penting, jika memang ingin Priangan Timur bisa maju,” tegas Nana.

Terpisah, salah satu pelaku usah bordir, Epi Siti Mudrikah pun menilai jika akses jalan menjadi penting untuk mendukung iklim dunia usaha di Tasikmalaya. Tak heran, kata dia, khususnya bordir, para pelaku asal Tasikmalaya harus rela mengalah untuk mendatangi pembeli.

“Ya habis bagaimana, tol gak ada, bandara juga gak ada, darat macet, kereta kan masih tetap lama ya. Makanya setidaknya bandara dibuka, atau ada tol kan ya jadi pada mau kesini,” ucap pemilik bordir Rumah Kayu ini. (Astri Puspitasari)***

Komentar