Pengemis dan Anak Jalanan di Kawasan Jatinangor Mengganggu Kenyamanan

SOSIAL39 views

image
Devi Supriyadi

JATINANGOR, (KAPOL).-
Kehadiran pengemis serta anak jalanan di Jatinangor membuat kawasan pendidikan itu tak nyaman.

Boleh jadi kehadiran mereka pun didorong menggeliatnya perekonomian kawasan yang dihuni ribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jatinangor.

“Butuh peran serta komponen masyarakat dan pemerintah dan dalam menekan keberadaan pengemis dan anak jalanan di Jatinangor,” kata salah seorang tokoh pemuda Desa Cibeusi Kec. Jatinangor, Devi Supriyadi kepada Kabar Priangan Online (KAPOL), Minggu (6/3/2016).

Menurutnya, aktivitas pengemis serta anak jalanan itu sudah mengganggu kenyamanan warga.

Sehingga, ujar dia, butuh perhatian serius dari semua pihak agar Jatinangor bebas aktivitas pengemis dan anak jalanan.

“Malu, Jatinangor sudah menjadi sorotan publik tingkat nasional dan internasional. Ironis, di sepanjang jalan, pusat perdagangan dan pemukiman diwarnai aktivitas pengemis dan anak jalanan,” tuturnya.

Bukan hanya itu, semrawutnya kawasan Jatinangor oleh PKL pun sudah menjadi rahasia umum.

Tolong, kata dia, kedua masalah tersebut menjadi prioritas dalam penyelesaiannya.

Menanggapi hal itu, tokoh masyarakat Sumedang, Ismet Suparmat mengatakan apapun persoalan sosial di masyarakat yang tak selesai serta tak ada solusi, itu akibat Pemda setempat tak serius dalam menyikapinya.

“Penataan kawasan Jatinangor pun tak bisa dilakukan oleh perorangan. Sehingga, seorang camat atau kepala SKPD di Jatinangor, harus berani, pandai dan cerdas dalam mencari solusi,” katanya.

Kenapa demikian, kata dia, agar kiprah camat / kepala SKPD bisa mengurai berbagai masalah melalui solusi tepat.
(Azis Abdullah)