Pil Yang Dikonsumsi Bocah Asal Pagerageung, Dibawa Dari Bekasi

HUKUM8 views

INDIHIANG, (KAPOL).- Sebanyak 12 anak remaja tanggung asal Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, harus ditangani medis akibat menenggak obat keras jenis Eximer. Sebagian anak sudah bisa dibawa keluarganya pulang sebagian masih ada yang di rawat di Rumah Sakit Jasa Kartini. 
Dari pengakuan ke empat remaja tanggung yang sempat dimintai keterangannya, tiga remaja yakni RK (14) minum 3 butir, JN (11) minum 1 butir, RJA (13) minum 2 butir mereka yang kesemuanya warga Kp Cikijing Desa Sukadana Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya itu rata-rata masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Ketiganya saat ditanya di ruang Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, mengaku baru kali ini menelan pil tersebut. Dikatakan ketiganya, mereka hanya coba-coba saat temannya mengetahui memiliki pil tersebut. “Tidak tahu rasanya bagaimana, tapi ada perbedaan perilaku jadi tidak seperti biasanya,” ungkap ketiganya saat di ruang Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, Senin (25/9/2017).

Diakui mereka bertiga, mereka minum ada yang di campur dengan kopi maupun ditelan langsung. Mereka sempat kaget ada diantara temannya yang harus ditangani medis akibat minum obat tersebut. Sebab, yang dirasakan ketiganya normal-normal saja.
Sedangkan pemilik obat tersebut RZ (15) anak putus sekolah mengaku dirinya sudah 3 kali mengkonsumsi obat tersebut. Diakunya efek obat itu banyak bengong dan mengantuk. Dikatakan RZ dirinya waktu membagikan obat itu kepada teman-temannya saat berkumpul dan bermain futsal.
Obat didapatkan RZ dibeli di Toko Obat dan Kosmetik di Bekasi sebanyak 15 butir. Harga satu butir pil itu Rp 1.000 rupiah sementara 20 butir lagi dibeli dari temannya masih di kawasan Tasikmalaya dengan harga Rp 1.500 per butir. Obat tersebut biasanya dikonsumsi sendiri olah RZ. Namun tidak tahu mengapa sejumlah temannya ingin mencicipi pil tersebut dan dirinya memberikan pil kepada teman-tamnnya itu.
Dikatakan RZ, dirinya tidak mengetahui jika efek dari obat tersebut teman-temannya harus di rawat di RS. Sebab, selama mengkonsumsi obat tersebut dirinya hanya mengalami efek bengong dan mengantuk saja, Tidak sampai mengalami efek yang sangat buruk. 

Diakui RZ, dirinya bisa mengkonsumsi dan membeli barang pil itu dari pergaulan teman sepermainannya di Bekasi. Saat itu dirinya ikut dan tinggal dengan ibunya tinggal di kawasan Jalan Perjuangan Bekasi.  Saat ini, RZ sedang pulang ke Bapaknya di Pagerageung dan sengaja membawa pil itu dari Bekasi untuk di konsumsi di Tasikmalaya. (Erwin RW)***