Saat Banjir Melanda RSUD dr. Slamet, Dua Bayi Dilahirkan

HUMANIORA58 views

TARKI, (KAPOL).-  Banjir bandang akibat luapan Sungai Cimanuk, Selasa (20/9/2016) malam kemarin, menyebabkan seluruh ruangan di lantai dasar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut terendam. Akibatnya, seluruh pasien terpaksa dievakuasi ke lantai dua rumah sakit tersebut.
Dirut RSUD dr Slamet Garut, Maskut Farid, menyebutkan, ada kejadian yang cukup unik yang terjadi saat banjir bandang melanda RSUD dr Slamet Garut. Di tengah kepanikan yang dirasakan para pegawai dan pasien akibat terjangan air ke dalam ruangan, ada dua ibu hamil yang melahirkan bayinya.

“Dua bayi lahir tepat pada saat kami sibuk menyiapkan evakuasi pasien ke lantai dua. Alhamdulillah, baik ibu dan anak yang dilahirkan bisa terselamatkan dan proses persalinan keduanya berjalan dengan lancar,” ucap Maskut.

Diungkapkan Maskut, dua pasien yang melahirkan bertepatan dengan terjadinya banjir bandang di RSUD dr Slamet itu adalah Nurani dan Ine. Dari data yang ada, keduanya melahirkan pada pukul 00.30 WIB.

Maskut mengakui, pasca terjangan abnjir bandang tersebut, aktivitas RSUD dr Slamet sempat lumpuh. Hanya ada aktivitas pembersihan seluruh ruangan dari lumpur yang tergenang di seluruh ruangan lantai dasar.

“Poliklinik dan IGD juga tak bisa beroperasi karena ruangan masih terendam lumpur. Untuk sementara warga yang harus mendapat perawatan dialihkan ke Rumah Sakit Guntur dan Rumah Sakit Nurhayati,” katanya.

Diterangkan Maskut, terdapat 124 pasien yang terpaksa dievakuasi dari lantai dasar ke lantai dua saat banjir bandang terjadi. Sedangkan total jumlah pasien yang dirawat di RSUD dr Slamet Garut saat itu mencapai 309 orang.

“Tentu ada kegiatan dan tindakan medis juga yang tertunda termasuk pelaksanaan sejumlah operasi yang tak terlalu gawat. Namun untuk operasi yang sangat gawat, kami tetap laksanakan,” ujar Maskut.

Menurut Maskut, akibat terjangan banjir bandang tersebut, pihaknya mengalami kerugian materi cukup besar yaitu mencapai Rp 19,955 miliar. Kerugian paling besar karena kerusakan yang dialami alat-alat kedokteran yang harganya cukup mahal.(Aep Hendy S)