SDN Cijolang Direlokasi, Ortu Siswa Minta Jaminan Kenyamanan

Camat : Pemindahan Sekolah Sementara, Disetujui Pihak Pesantren Miftahul Hasanah

37

SUMEDANG, (KAPOL).- Ratusan orang tua siswa SDN Cijolang Desa Margaluyu, Kec. Tanjungsari berharap ada kepastian waktu relokasi.

Karena, bangunan sekolah yang lama dan akan tergerus Tol Cisumdawu dipastikan tergerus hingga menghambat kegiatan belajar mengajar siswa.

Salah seorang orang tua siswa, Rita Rosita (42) berharap pembangunan sekolah yang baru dipercepat.

Bahkan meminta adanya jaminan kenyamanan dan keamanan siswa jika direlokasi ke tempat sementara.

“Ada alternatif ruang belajar sementara, diantaranya pesantrem Miftahul Hasanah yang tak jauh dari sekolah lama,” katanya.

Disana, kata dia, lebih nyaman ketimbang lokasi yang ditawarkan pemda ke beberapa sekolah lain yang masih dianggap jauh.

“Jika bertahan di sekolah lama cukup membahayakan siswa. Lebih baik segera direlokasi ke tempat baru kendati sementara asal nyaman,” tuturnya, Kamis 19 September 2019.

Sementara, Camat Tanjungsari Ida Farida sudah melakukan koordinasi ke pihak pesantren dan Alhamdulillah mengizinkan.

“Ya, tinggal teknis sewa dan sebagainya antara pihak pesantren dan Satker Tol Cisumdawu,” ucapnya.

Dikatakan, yang jelas dirinya sudah komunikasi dengan perwakilan pihak pemilik bangunan yang dianggap cocok untuk tempat belajar sementara.

Ia mengakui jika tetap bertahan di sekolah lama bisa beresiko kecelakaan dan tak nyaman belajar.

“Seperti kata bupati, disana memang tak layak dan harus segera direlokasi,” katanya.

Ia menunggu kepastian komitmen antara pihak pesantren dan Satker Tol Cisumdawu.

“Lebih cepat sangat bagus, mengingat KBM siswa jangan terhambat,” ujarnya seusai pertemuan antara Disdik Sumedang, Satker Tol Cisumdawu dan irang tua siswa SDN Cijolang.

Ada lebih dari 250 siswa yang sskolah di SDN Cojolang yang juga sangat berharap ada kepastian realokasi.

Lestari, siswa kelas 3 disana mengaku sedih melihat bangunan sekolahnya tergerus proyek tol.

“Sedih saja, kondisinya sudah rusak dan nanti kelasnya akan ambruk dijadikan jalan tol,” ujarnya. ***

Diskusikan di Facebook