Sehabis Salat, Dika Nekad Tabrakkan Diri Ke Kereta Api

PERISTIWA24 views

image

TAWANG, (KAPOL).-
Dika (32), pria yang baru saja menikah. Tragis warga asal Kampung Tanjungwangi Kelurahan Sukamenak Kecamatan Purbaratu mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri ke kereta api yang sedang melaju sekira pukul 16.00, Senin (30/5/2016).

Padahal orang tua Dika dan pengendara serta warga yang menyaksikan saling “dudut” antara ayah dan anak itu sudah berusaha maksimal mengingatkan akan datang kereta api.

Namun, upaya orang tua Dika yang sejak keluar rumah terus menguntit dari belakang tidak berhasil. Palang pintu rel kereta api di dekat Pasar Pancasila itu diterobos sampai tubuh korban hancur dan terseret sejauh 15 meteran.

Kepala korban pun sampai terpisah, begitu pun dengan kaki dan tangan berjauhan. Dan sepanjang rel tampak darah serta sisa tubuh korban yang satu persatu dimasukkan ke kantong keresek oleh warga.

Menurut saksi, Ukon (40) yang saat kejadian sedang menunggu kios kaki limanya persis belakang petugas palang pintu rel mengatakan, tahu-tahu ada pria muda bersarung merunduk masuk palang pintu rel. Padahal sudah ditutup dan motor mobil pun antri.

Terlihat seorang pria tua (diketahui ayah korban) menarik sarung dari belakang, tapi korban terus ke tengah yang akhirnya ketika berdiri di tengah rel, langsung dilibas kereta.

Orang-orang pun berteriak histeris, termasuk ayah korban yang langsung menghampiri tubuh korban. Terlebih ketika melihat kepala korban yang terpisah, orang tua korban langsung mengambilnya disatukan dengan tubuh korban.

Istri korban yang ketika kejadian sudah di lokasi tak bisa menahan tangis dan sambil melihat petugas kepolisian yang membawa jenazah korban, ia terus menangis yang akhirnya ditenangkan warga ke ruang penjaga palang pintu rel.

Anjeunna emang sok kasurupan. Tadi teh duka aya naon padahal tos netepan,” ujarnya sambil terus menangis. (Jani Noor)