Seluruh Parpol Wajib Koalisi, Kecuali PPP

POLITIKA6 views

TASIKMALAYA, (KAPOL).-
Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya ditenggarai sudah dimulai pada Mei atau Juni 2016, suhu kompetisi mulai meninggi.

Setelah sejumlah bakal calon dikabarkan akan tampil, partai politik pun mulai ancang-ancang membangun koalisi.

Meski demikian, belum satu parpol pun menyatakan berkoalisi, kecuali sebatas menjalin komunikasi.

Komisioner anggota KPU Kota Tasikmalaya, Ade Kurnia mengatakan, parpol pemilik kursi di DPRD diwajibkan berkoalksi kecuali PPP. Hal itu melihat ketentuan bahwa syarat pengusungan calon harus diusung oleh 20 persen kursi DPRD atau 25 persen jumlah suara sah pada Pemilihan Legislatif 2014.

“20 persen dari 45 kursi itu sembilan kursi. Hanya PPP (10 kursi) yang lolos. Sisanya wajib koalisi,” kata Ade, Rabu (6/1/2016).

Meski demikian, Ade juga mewanti-wanti jika dualisme PPP belum usai terkait siapa yang mendapat SK Kemenkumham, PPP terancam tidak boleh mengusung calon.

“Kalau Golkar sudah selesai kalau lihat dari berita,” ucap Ade.

*Sebatas “Say Hello”
Ketua DPD PAN, Miftah Fauzi menegaskan bahwa koalisi suatu keharusan. PAN dengan lima kursi sedang menjajaki hal itu agar ada kata sepakat demi memenuhi ketentuan pengusungan calon.

“Silaturahmi dengan parpol lain jalan terus. Hanya belum ada yang substansial, masih sebatas komunikasi. Kan harus ada kesepakatan dan pemahaman sama. Yang jelas kami terus konsolidasi internal dulu,” kata Miftah, Rabu (6/1/2016).

Ketua DPC Partai Gerindra, Nandang Surya pun sama. Gerindra harus berkoalisi karena kursi di DPRD cuma empat.

“Untuk komunikasi terus berkomunikasi. Kalau untuk menentukan arah belum. Akhir januari akan bersikap dengan partai mana berkoalisi,” ujar Nandang.

Ketua DPD Partai Golkar, Noves Narayana juga memandang harus berkoalisi. Tapi belum ada kesepakatan atau mengarah ke satu titik karena semua parta juga pasti harus melakukan pendalaman. “Termasuk menunggu arahan pusat,” ucapnya.

Lain hal dengan sikap Ketua DPC Partai Demokrat, Wahyu Sumawidjaja. Kata Wahyu, belum akan melakukan koalisi karena harus melihat survei sebagai arah demokrat berkoalisi.

“Kami PDIP sama lah harus koalisi. Ya sekarang mah masih say hello saja sebelum menyamakan persepsi antar ketua parpol,” kata Ketua DPC PDIP, Denny Romdoni.

Parpol pemilik kursi di DPRD antara lain, PPP 10 kursi, PDIP 7 kursi, PAN 5 kursi, Golkar 5 kursi, Demokrat, PKS, Gerindra 4 kursi, PBB 3 kursi, PKB 2 kursi dan Nasdem 1 kursi. (Jani Noor)

Komentar