Studi Banding Habiskan Uang Negara dalam Jumlah Banyak

36

BANJAR, (KAPOL).- Studi banding dan kunjungan kerja (kunker) yang menghabiskan uang negara jadi sorotan.

Akibat seringnya dinas luar (DL) itu, otomatis masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dan bertemu langsung kepada pejabat atau anggota legislatif jadi terhambat.

Ketua PC PMII Kota Banjar, Irfan Ali Sya’bana, mengapresiasi pidato kenegaraan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

“Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita. Ini bisa untuk DPR juga,” kata Presiden RI, Jokowi, ditirukan Irfan, Minggu (18/8/2019).

Ditegaskan dia, saat mendengarkan Pidato Presiden RI di ruang paripurna DPRD Banjar itu (Jumat (16/8/2019)) lalu, hadirin pun langsung tepuk tangah.

“Anggota DPRD Banjar periode lalu (2014-2019) terindikasi hanya beberapa hari saja ada Kota Banjar dalam per bulan itu. Karena, seringnya dinas luar kota. Otomatis, rakyat sudah memilihnya jadi wakil rakyat jadi sulit bertemu anggota DPRD Banjar,” kata Irfan.

Ironisnya, entah apa namanya. Studi banding atau kunker, sampai seluruh anggota DPRD Banjar kompak berangkat ke luar Kota Banjar.

Walaupun tujuan dari masing-masing anggota DPRD Banjar periode lalu itu berbeda, disesuiakan komisi dan program kerjanya.

“Kami berharap anggota DPRD Banjar periode 2019-2024 lebih baik, tidak terlalu sering studi banding ke luar daerah yang menghabiskan anggaran negara. smartphone anggota DPRD dipastikan canggih-canggih, dipastikan lagi informasi yang dibutuhkan itu diperoleh dengan mudah dari smartpone itu,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengharapkan Anggota DPRD Banjar mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai lembaga legislatif, harus mempertanggung jawabkannya dengan baik.

Yaitu, lembaga legislatif yang berwibawa, kredibel, serta modern. Artinya harus bisa memenuhi apa yang memang benar dibutuhkan oleh masyarakat serta manfaatnya pun dapat dirasakan oleh orang banyak.

“Agenda-agenda seperti study banding, kunjungan kerja, serta agenda lain yang hanya memperbanyak pengeluaran anggaran, tidak berguna itu harus dipertimbangkan. Kita butuh wakil rakyat yang serius bekerja, perbanyak mendengar aspirasi serta disiplin kerja,” ujar Irfan kepada “KAPOL”.

Menyikapi pidato Presiden RI, Joko Widodo terkait Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone. Ketua DPRD Banjar, Dadang R Kalyubi, angkat bicara.

Menurut Dadang, selama ini anggota DPRD Banjar tidak pernah melakukan studi banding ke luar negeri.

“Kalaupun ada anggota DPRD Banjar yang keluar negeri, itu hanya untuk ibadah haji atau umroh. Itu ditanggung biaya pribadi, bukan menggunakan uang negara,” tutur Dadang.

Terkait kunker DPRD Kota Banjar, dikatakan dia, selama ini hanya di lingkungan wilayah Kota Banjar yang membawahi empat kecamatan.

Meliputi, wilayah Kecamatan Banjar, Purwaharja, Pataruman dan Kecamatan Langensari.

“Studi banding anggota DPRD Banjar keluar Kota Banjar, itu merupakan bagian dari kegiatan kerja. Terkait tujuannya itu disesuaikan program kerja kerja yang sedang dibahas DPRD Banjar,” tutur Dadang.

Pada kesemapatan itu, dia tak menjelaskan besaran alokasi anggaran studing banding atau kunker anggota DPRD Kota Banjar selama ini.

Termasuk, keberhasilannya dari studi banding yang sudah dicapai dan terbukti mendorong kemajuan pembangunan Kota Banjar. (D.Iwan)***

Diskusikan di Facebook