Connect with us

REGIONAL

Tabrakan Beruntun Tol Cipularang, 9 Meninggal dan 8 Terluka

|

BANDUNG, (KAPOL).- Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung menerima informasi terkait kecelakan Laka Lantas di Tol Cipularang Km 91, Purwakarta Jawa Barat pada Senin 2 Sepetember 2109, pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan laporan dan koordinasi dengan berbagai pihak, ada Sekitar 20 Kendaraan mengalami tabrakan beruntun di tol Cipularang Km 91, kecelakaan melibatkan truk, bis dan mobil pribadi.

“Tim tiba di lokasi pada pukul 15.15 WIB dengan tersisa satu korban terjepit yang harus di evakuasi di dalam mobil pribadi yang tertimpa truk,” kata koordinator Humas Basarnas, Joshua Banjarnahor.

Tim menggunakan alat Ekstrikasi untuk memudahkan evakuasi korban yang sudah MD. Pada pukul 15.41 WIB korban berhasil dievakuasi oleh tim dan selanjutnya dibawa ke RS Siloam.

“Berdasarkan data yang kami himpun di lapangan Korban berjumlah 17 orang dengan 8 orang luka luka dan 9 meningga dunia,” ujarnya. (KP-02)***

Diskusikan di Facebook

REGIONAL

BNNP Jabar Amankan Satu Kilo Sabu

|

BANDUNG, (KAPOL).- Badan Narkotina Nasional Provinsi (BNNP) Jabar berhasil mengungkap sindikat peredaran sabu asal Malaysia.

Dalam pengungkapan  tersebut, BNNP Jabar bersama BNN Kabupaten Sukabumi berhasil menangkap tiga anggota sindikat.

Ketiganya yaitu RM (30 tahun)  warga Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, MDR (21) warga Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, dan  DH (22) warga Desa/Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi.

Dari tangan tersangka petugas menyita sebanyak satu kilogram sabu kualitas super.

Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Drs Sufyan Syarif, mengatakan, tiga sindikat narkotika yang ditangkap ini merupakan jaringan Malaysia.

Mereka mendapatkan sabu dari seorang sindikat yang tengah menjalani hukuman di sebuah Lapas di Sumatra.

‘’Sindikat ini dikendalikan oleh seorang napi di sebuah Lapas di Sumatra. Kita sedang mengembangkannya,’’kata dia kepada para waratawan Rabu (28/8)

Sufyan mengatakan, penangkapan sindikat ini berlangsung Rabu (21/8) sekitar pukul 02.00 WIB di Jl Raya Sukabumi-Bogor, Kampung Benda RT 04 RW 04 Kelurahan/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Penangkapan anggota sindikat ini berawal dari hasil penyelidikan petugas. Setelah mendapatkan kepastian adanya pengiriman paket sabu, petugas melakukan penguntitan terhadap sebuah mobil Toyota Avanza warna silver yang ditumpangi  tersangka RM dan MDR.

‘’Kita ikuti mobil tersangka mulai dari Jakarta Barat,’’kata dia.

Begitu keluar dari gerbang Tol Cigombong, kata Sufyan, petugas yang dilengkapi dengan satu ekor anjing pelacak (K-9) melakukan penyergapan.

Anjing bernama Barack warna hitam langsung mengendus bagian jok depan kiri yang diduduki RM.

Dibawah tempat duduk itulah tersangka menyimpan satu kilo gram sabu yang dikemas dalam kertas alumunium dan dibungkus plastik. ‘’Barang bukti ini rencanannya akan diedarkan di wilayah Jabar,’’kata dia.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP Jabar, Kombes Pol Roby Karya Adi, SiK, mengatakan, setelah menangkap RM dan MDR, timnya melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah kontrakan tersangka.

Dari rumah tersangka, polisi menyita barang bukti berupa alat timbangan digital dan plastik kemasan ukuran kecil. Ia mengatakan, satu kilogram sabu tersebut rencananya akan dikemas dalam paket kecil untuk kemudian dijual ke wilayah Jabar.

Saat petugas tengah menggeladah rumah tersangka RM, kata Roby, datang DH yang merupakan anggota sindikat ini.

Kedatangan DH ke rumah RM dengan maksud mengecek keberadaan kiriman paket satu kilogram sabu. Saat tiba di rumah RM tersangka DH langsung diringkus. (rls/KAPOL***

Foto | BNNP Jabar

Diskusikan di Facebook
Lanjutkan membaca

REGIONAL

Pejabat Publik Seharusnya Lebih Bijak Menyikapi Blackout

|

JAKARTA, (KAPOL).- Peristiwa pemadaman listrik masif (blackout) di hari Minggu 4 Agustus 2019 silam memancing reaksi dari berbagai pihak.

Diantaranya terdapat sejumlah pihak yang menempuh jalur hukum untuk menyalurkan keluhannya dengan nilai tuntutan yang tidak tanggung-tanggung, mencapai ratusan triliun rupiah.

Meski demikian, terdapat pula berbagai pihak yang menyatakan agar menyikapi peristiwa blackout kemarin dengan kepala dingin. Salah satunya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Inas Nasrullah Zubir.

Anggota DPR dari Partai Hanura mewakili Dapil Banten III tersebut meminta berbagai pihak untuk menahan diri agar tidak timbul kerugian yang lebih besar bagi rakyat kebanyakan.

“Saya memahami bahwa kita semua kecewa terkait peristiwa kemarin. Tapi jangan seperti itu, menuntut sangat besar, sampai ratusan triliun rupiah. Patut diingat, bahwa PLN ini adalah BUMN yang melayani hajat hidup orang banyak,” ujar Inas Nasrullah.

Ditambahkan dia, listrik telah menjadi kebutuhan primer bangsa Indonesia. Jika tuntutannya terkabul, apa tidak menjadi tambah susah semua.

Sebab PLN bisa bangkrut untuk membayar tuntutan itu, dan listrik jadi mati lagi. Jadinya justru menyulitkan semua.

Meski demikian, Inas mempersilakan jika rakyat hendak menuntut kompensasi atas blackout kemarin. PLN pun diyakininya pasti memberikan kompensasi sesuai regulasi yang ada.

“Sekarang, silakan tuntut PLN untuk memberikan kompensasi. Banyak metodenya. Mungkin listrik bisa digratiskan 1-2 hari, atau pengurangan tagihan, macam-macam. Yang penting ada kompensasinya,” tegas Inas.

Selain itu, Inas menyayangkan pernyataan sejumlah pejabat pemerintah yang semestinya bisa lebih lebih bijak lagi dalam menyikapi kondisi yang ada, termasuk dalam menanggapi keluhan pelanggan PLN.

Bukan justru seolah mendorong pelanggan yang terdampak blackout untuk melakukan tuntutan hukum.

“Saya kira tidak masuk akal pernyataan yang mendorong rakyat untuk melakukan tuntutan hukum terhadap PLN terkait blackout kemarin. Sebagai pejabat publik seharusnya memahami bahwa PLN itu adalah BUMN, bagian dari instrumen negara untuk mensejahterakan rakyat,” saran Inas.

Ia mengatakan, jika BUMN kolaps maka akan merugikan semua. Maka pejabat itu tidak pada tempatnya berbicara seperti itu dan seharusnya bisa lebih wise.

Pendapat senada pun dilontarkan oleh sejawat Inas di Komisi VI, M. Nasim Khan. Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa mewakili Dapil Jatim III itu menyatakan, sekarang bukan saatnya saling menyalahkan, melainkan menegaskan kembali komitmen bersama ke depannya.

“Permasalahan akan selalu timbul, itu pasti. Namun yang terpenting bukan mencari siapa yang salah atau kambing hitam.  Melainkan, untuk menegaskan kembali bagaimana komitmen bersama kita menyelesaikan, juga menata, mempersiapkan apapun yang terjadi ke depan,” papar Nasim.

Nasim pun memberi masukan, bahwa pemerintah harus mengecek dan mengevaluasi kembali seluruh proyek energi nasional.

Baik yang terbangun dan mempersiapkan serta mengevaluasi yang akan dibangun. Selanjutnya negara harus memastikan proses operasional sistem energi seluruh proyek nasional siap secara khusus menghadapi kemungkinan padamnya energi listrik. (Aris Mohamad F)***

Diskusikan di Facebook
Lanjutkan membaca

REGIONAL

Solusi Kualitas Udara Bergantung Komitmen Pemprov DKI

|

JAKARTA, (KAPOL).- Solusi atas kian buruknya kualitas udara Jakarta akan bergantung pada komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Mengingat kualitas udara sehat menjadi hak konstitusional setiap warga negara.

Hal ini dibahas dalam diskusi publik bertajuk Kualitas Udara dan Energi di Jakarta, Kamis (15/8/2019) lalu, yang diselenggarakan Koaksi Indonesia. Diketahui pula, saat ini saja di DKI Jakarta menunjukkan angka Air Quality Index (AQI) adalah 161, dengan keterangan unhealthy.

Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga menyebutkan sumber polusi ibu kota terbagi menjadi empat, yakni transportasi darat (75 persen), pembangkit listrik dan pemanas (9 persen), pembakaran industri (8 persen), dan pembakaran domestik (8 persen).

Climate and Energy Researcher Greenpeace Indonesia, Adila Isfandiari, menyatakan saat ini perlu dilakukan inventarisasi emisi yang terbesar, dan juga melihat parameter yang digunakan.

Demikian juga lokasi keberadaan, seperti industri yang kebanyakan berada di luar wilayah DKI Jakarta, apakah langsung berpengaruh ke DKI Jakarta.

“Bagaimana dengan kendaraan bermotor bernomor polisi di luar DKI seperti Tangerang dan Bekasi yang juga masuk melintas di DKI Jakarta,” ujar dia.

Tidak hanya itu, pembangkit listrik yang ada juga berlokasi di luar Jakarta, atau jauh dari pusat kota Jakarta. Keberadaan pembangkit listrik dengan batubara (PLTU) milik PLN itu, tidak hanya terletak di luar kota, tetapi juga jauh dari potensi menyebarkan polusi.

“Oleh karena itu perlu ditilik lagi sumbernya disebabkan oleh apa saja, seperti misalnya pembakaran sampah. Selain itu perlu dipertimbangkan di sini, kebijakan apa yang diambil terkait dengan hal tersebut,” tambah dia.

Manajer Riset dan Pengembangan Koaksi Indonesia, Azis Kurniawan, mengemukakan, Gubernur DKI yang mengeluarkan Instruksi Gubernur No. 66 tahun 2019 pada awal bulan ini tentang Percepatan Pelaksanaan Pengendalian Kualitas Udara Jakarta, sekaligus juga sudah memerintahkan semua gedung milik Pemerintah Daerah akan dipasangi PLTS Rooftop.

Selain Kementerian ESDM yang telah memasang PLTS Rooftop di seluruh gedungnya, Pemda DKI juga akan segera mengikuti arahan Menteri ESDM tersebut. Targetnya tahun 2022 pemasangan PLTS Rooftop akan selesai di DKI.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Tanpa Timbal Ahmad Safrudin (Puput) mengatakan upaya lain yang perlu dilakukan adalah dengan menekan emisi gas buang dari kendaraan bermotor salah satunya dilakukan melalui uji emisi.

Sebenarnya aturan uji wajib uji emisi yang saat ini menjadi bagian dari Insgub No. 66 tahun 2019, beberapa tahun sebelumnya sudah ada dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

“Yang belum dilaksanakan adalah implementasinya, karena dalam peraturan lama tersebut, dikatakan kendaraan bermotor wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang kendaraan; kendaraan bermotor juga wajib menjalani emisi sekurang-kurangnya setiap enam bulan. Sedangkan kendaraan yang lulus uji emisi akan mendapat tanda lulus uji emisi,” paparnya. (Aris MF/rls)***

Diskusikan di Facebook
Lanjutkan membaca

TREN