Tanggap Bencana, Mahasiswa Asal Garut Gagas Crowd Sourcing

EDUKASI, LINIMASA13 views
Penggagas Tanggapbencana(dot)com, Muhammad Habib (kiri) bersama Hari Dwi tengah menggarap pengembangan website dan aplikasi mobile yang ditujukan untuk membantu penyebaran bantuan donasi.

​TASIKMALAYA, (KAPOL).-

Mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika terus dituntut kreatif dan peka menjawab permasalahan di sekitar.

Ini juga yang kiranya dibuktikan oleh keempat mahasiswa program studi Teknik Informatika Telkom University, yakni Muhammad Habib, Matias Alvin, Hari Dwi, dan Afnizar Hilmi, dengan memilih menciptakan sebuah web dan aplikasi mobile ‘Tanggap Bencana’ sebagai jawaban kontribusinya dalam merespons bencana banjir yang tengah melanda daerah asalnya. 

“Sejak Kamis kemarin gagasan ini sudah mulai kita konsep dan langsung dikerjakan, Alhamdulillah untuk websitenya sendiri sudah bisa diakses publik. Kita prinsipnya sambil berjalan terus diimprove lagi fiturnya, karena sekarang kan kondisinya sedang darurat,” jelas Ketua Tim tanggapbencana(dot)com, Muhammad Habib, Senin (26/9/2016) siang kemarin. 

Diakuinya, kelahiran tanggapbencana(dot)com pun lantaran para warga Garut ini tidak dapat pulang dan terjun langsung membantu daerahnya. Sehingga, bantuan dengan cara kreatif, tak kalah bermanfaat ini yang dilakukannya.

Tampilan terbaru tanggapbencana(dot)com yang berfokus pada pemetaan informasi, Senin malam.

Dalam menggarap projek sosial ini, keempat mahasiswa tersebut menggunakan waktu di sela-sela padatnya jadwal kuliah, dengan pembagian tugas masing-masing. Misalnya Habib dan Matias di website, Hari untuk aplikasi mobile, sedangkan desain ada di Afnizar.

Habib menjelaskan website dan aplikasi mobile ini secara keseluruhan berkonsep crowd sourcing atau penghimpun sumber. Dimana melalui pemanfaatan ICT yang dijembataninya, para relawan di lapangan dapat melaporkan informasi terkait deskripsi korban (jumlah KK, lokasi RW), deskripsi kebutuhan (obat, pakaian, makanan), posko hingga penanggungjawab yang dapat dihubungi.

Semua data yang diinput pun berasal dari relawan yang pihaknya telah gandeng untuk bekerjasama, seperti Rumah Sehat Garut, serta pegiat dan aktivis Garut. 

“Di sini kita ingin mengakomodir donatur yang tengah melimpah ruah, agar bisa bantuannya itu tetap tepat sasaran. Di website dan aplikasi, donatur bisa melihat daerah mana saja yang butuh bantuan, apa saja kebutuhannya, kondisinya bagaimana, hingga kepada siapa mereka dapat berkoordinasi. Kita harap distribusi bantuan untuk itu tidak jadi simpang siur,” jelas mahasiswa semester 5 tersebut.

Tim tanggapbencana(dot)com, kini tengah mengembangkan aplikasi mobile berbasis android, yang ditargetkan hari Selasa ini sudah dapat diunduh dan diakses para relawan maupun donatur melalui Playstore.

“Fokus kita supaya relawan bisa lebih mudah update infonya dari smartphone mereka, kalau sekarang yang sudah jadi itu relawan harus updatenya lewat web, ini yang kita pikir kurang fleksibel,” tambah alumni SMA Negeri 1 Garut tersebut.

Melalui pemanfaatan teknologi GPS, titik koordinat akan juga memudahkan donatur menuju ke lokasi. Lantaran Tim tanggapbencana(dot)com ini, sengaja mencatat koordinat GPS yang diupdate relawan.

Yang jelas keempatnya mengaku dengan menggerjakan projek ini, sebagai mahasiswa mereka sekaligus mengaplikasikan ilmu yang telah didapat. “Kita pun lebih paham kalau belajar aplikasi itu ketika dipakai di real world-nya sendiri seperti apa. Tentu ada kepuasan tersendiri apa yang kita buat bisa dipakai dan bermanfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

Ke depan, tanggapbencana(dot)com akan dikembangkan tidak hanya untuk Garut saja, tapi juga memfasilitasi daerah lainnya yang dilanda bencana.

“Kita ingin tanggapbencana ini menjadi sistem informasi yang bisa dipakai untuk membantu penyebaran donasi-donasi,” kata Habib. 

(Astri Puspitasari)***