Tasik Investment Expo Conference Siap Digelar

EKBIS19 views

Gandeng Negara-Negara ASEAN dan Non ASEAN

TASIKMALAYA, (KAPOL).-

Ajang untuk meningkatkan daya saing skala global, Tasikmalaya Investment Expo & Conference (TIEC) akan digelar 6-9 Oktober esok. Tidak hanya akan dihadiri oleh delegasi negara di kawasan ASEAN saja, namun juga beberapa negara dari Timur Tengah dan Eropa akan turut berpartisipasi di dalamnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Tasikmalaya Deni Yunizar optimistis melalui kegiatan yang baru pertama kali digelar ini akan mampu mendorong promosi daerah beserta ekonomi kreatif, pun termasuk iklim investasi usaha ke arah yang lebih positif.

“Untuk pengiriman produk-produk Tasik ke luar negeri, sebetulnya ini sudah lama berjalan. Khususnya di beberapa item, seperti bordir, mendong. Maka, event ini tentu lebih kepada titik awal bagaimana seluruh stakeholder bersinergi untuk melakukan komitmen bisnis dengan negara-negara tersebut,” jelas Deni, dijumpai di sela pertemuan persiapan TIEC di Graha Kadin Jalan Cihideung Balong, Rabu (21/9/2016).

Apalagi kata dia, dari semula target kegiatan yang hanya lingkup ASEAN, TIEC pun nyatanya menarik minat negara Belgia, Jerman, Italia, Palestina, Afrika Selatan. Sementara tingkatan ASEAN, baru diikuti oleh Singapura, Malaysia, dan Filipina. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan kesiapan negara.

“Beberapa negara seperti Afrika Selatan, Jerman itu memang punya hubungan baik dengan Kadin Tasik, sehingga mereka begitu antusias untuk ikut di sini. Yang kami tidak sangka itu hingga Palestina yang kurang kondusif, bahkan tertarik dan mereka itu di sektor real in estatenya, tentu kami fasilitasi,” kata dia.

Pertemuan kali itu juga dihadiri langsung oleh beberapa perwakilan Kadin Jabar, juga Pemimpin Redaksi HU Kabar Priangan Duddy RS.

Wakil Ketua Kadin Jawa Barat Januar P Ruswita menyambut baik adanya gelaran TIEC. Menurutnya, kegiatan yang akan diadumaniskan juga dengan Tasik Creative Festival tersebut, akan sangat berimbas positif terhadap perkembangan Tasikmalaya khususnya sektor ekonomi. “Ini akan merubah cara pandang pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya di pasar global. Sehingga perubahan tersebut mestilah dibarengi perubahan cara pandang birokrat pemerintah, terutama yang berkaitan dunia bisnis. Seperti regulasi yang mendukung iklim bisnis yang kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanaman Modal BPMPPT Kota Tasikmalaya Wawan Gunawan menjelaskan selain mengangkat industri kreatif dan city branding Tasikmalaya di khalayak internasional, pihaknya juga dari pemerintah sangat terbuka untuk kerjasama lainnya.

“Jadi kalau selama ini hubungan dengan negara luar itu lebih kepada person to person, bussiness to bussiness, nah sekarang pemerintah masuk juga di dalamnya. Sehingga nanti misalnya untuk di pendidikan, ini bisa jadi peningkatan kualitas SDM dengan penyerapan tenaga kerja kita di negara tersebut. Di sektor kesehatan untuk kerjasama rumah sakit. Begitu juga di peternakan, pertanian, PU, bahkan untuk pariwisata ini sektor yang cukup penting tersentuh,” paparnya di tempat yang sama.

Dengan begitu, dinilai akan mampu mengakselerasi pembangunan kota. Mengingat pemerintah sendiri memiliki keterbatasan APBD, begitu juga kondisi investasi swasta di Kota Tasikmalaya yang cenderung ke arah ritel. “Dengan kolaborasi yang intinya saling melengkapi, misal di Malaysia ini kan sudah tidak melahirkan lulusan bidan dan perawat, nah kenapa tidak tenaga kesehatan kita itu yang kesana,” kata Wawan.

Meski demikian, ditegaskannya, apabila masyarakat Kota Tasikmalaya sendiri tidak perlu merasa akan tersisih di wilayahnya. Sebab, dari sisi regulasi yakni Perda pun telah dirancang untuk memproteksi itu. Dari mulai intensif, hingga sektor apa saja yang boleh. “Misal Malaysia mau buka pabrik bordir di sini, jelas tidak akan kita bolehkan. Mungkin kecuali bahan baku yang sulit seperti kain, atau warna, yang intinya UMKM kita akan terbantu,” ujar dia.

Saat ini pun pihaknya selain tengah mempersiapkan dari hal regulasi, juga data informasi terkait potensi yang akan ditawarkan kepada negara-negara esok. (Astri Puspitasari)***