Tertimbun Lumpur Banjir Bandang, Balita Lolos dari Maut

KAB. TASIK8 views

CULAMEGA, (KAPOL).- Keajaiban selalu mewarnai peristiwa bencana alam. Seperti yang dialami oleh keluarga Nenden Maria warga Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya.

Bagaimana tidak, rumah yang ditinggalinya bersama dua anak tercintanya rusak dan tertimbun lumpur setelah dihantam banjir bandang, Selasa (6/11/2018) dini hari.

Bukan hanya rumahnya yang mengalami rusak saja, namun anak balitanya juga yang bernama Rafa yang sedang terlelap tidur tertimbun material lumpur. Sementara, kakaknya, Rafi terjepit jendela.

Beruntung, korban Rafa berhasil ditemukan dan selamat setelah tanpa sengaja ibunya menginjak bagian kepala korban. Sadar, benda yang diinjaknya itu kepala, sang ibu langsung menggalinya untuk dievkauasi.

Ajaibnya, meski sudah terkubur lumpur banjir cukup lama, namun Rafa masih dalam kondisi hidup. Sementara, kakaknya Rafi terjepit jendela setelah sebelumnya terseret air banjir.

“Kejadiannya cepat sekali, saat banjir bandang datang saya dan anak-anak sedang dalam kondisi tidur. Air yang disertai lumpur langsung menghantam rumah. Karuan saja saya tak bisa menyelamatkan diri, termasuk menyelamatkan kedua anak,” ucap ibu kedua korban, Nenden kepada wartawan, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya, saat itu dirinya berpikiran pasrah, kedua anaknya terbawa hanyut karena saat dicari-cari tidak ada. Lumpur tanah dan puing-puing bangunan disingkirkannya menggunakan tangan kosong.

Keringat, air mata, serta tetesan hujan bercampur jadi satu. Namun, upaya pencarian itu tidak membuahkan hasil. Kedua anaknya tidak ditemukan.

Tiba-tiba, rasa sedih itu berubah mendadak jadi kaget. Ketika itu dirinya menginjak benda yang aneh dalam lumpur. Benda itu seperti kepala manusia. Begitu digali, ternyata benar saja. Benda tersebut merupakan anaknya yang terkubur dalam lumpur.

Dengan susah payah dirinya pun langsung melakukan evakuasi, hingga akhirnya berhasil dikeluarkan.

Ajaibnya, meski sudah terkubur cukup lama, namun saat itu anaknya masih kondisi bernafas. Dengan rasa senang, dirinya pun langsung membersihkan tubuh anaknya.

Meski demikian, terlihat anaknya seperti sesak yang diduga akibat menghirup lumpur yang menimbunnya.

Sementara kakanya, Rafi ditemukan terjepit di jendela setelah diduga sebelumnya terseret air. Saat ditemukan, kondisinya mengalami luka di wajah dan kaki yang diduga akibat benturan.

Anehnya lagi, meski kondisi lobang jendela kecil dan tubuh anaknya besar namun bisa masuk.

“Lobang jendela kan kecil. Sementara badan anak saya gede, tapi bisa masuk ke lobang. Tubuhnya berhasil dikeluarkan, setelah jendelanya dibongkar. Namun saat itu kondisi wajah dan tubuhnya luka lebam,” ujarnya.

Dikatakan Nenden, saat ini dirinya dan kedua anaknya untuk sementara tinggal bersama saudaranya. Karena rumahnya rusak dan tertutup lumpur, sehingga tidak bisa ditempati, ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bantarkalong, AKP. Iteng S mengatakan hampir 40 titik longsor terjadi di Kecamatan Culamega, bahkan beberapa desa terisolir.

Tidak hanya itu, banjir bandang juga menyebabkan korban jiwa 4 orang. Keempat korban, sudah berhasil dievakuasi Selasa petang dan langsung dikebumikan.

Adapun sebanyak tiga desa terisolir, karena longsoran menutupi akses jalan dan bahu jalan amblas. Hingga saat ini material longsoran belum bisa dievakuasi.

Keterbatasan personel dan alat berat menjadi sebabnya. Sementara korban terdampak bencana terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekatnya, termasuk Nenden dan dua anaknya, ungkapnya. (Ema Rohima)***