oleh

Tingkatkan Kompetensi Guru, Dosen IAILM Sosialisasikan Model RADEC

PAGERAGEUNG, (KAPOL).-Tantangan pendidikan di era informasi dan teknologi saat ini semakin besar. Tujuan Pendidikan dalam kurikulum yang dulunya hanya berdasarkan pada kebutuhan sumber daya di setiap negara, diubah menjadi keterampilan global yang dapat digunakan untuk bersaing dan berkompetisi di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 saat ini.

“Guru sekolah dasar pun dituntut mampu menerapkan model pembelajaran yang mampu memfasilitasi para peserta didik memiliki keterampilan belajar dan berinovasi,” kata salah seorang dosen IAILM Suryalaya, Nana Sutana, S.Ag, M.Pd, Senin (26/8/2019).

Menurutnya, saat ini dirinya bergabung dengan tim Universitas Pendidikan Indonesia Bandung untuk mengembangkan dan mengsosiialisasikan model pembelajaran Radec. Dimana dengan pola pembelajaran, critical thinking and problem solving atau berpikir keras dan memecahkan masalah, Communication and collaboration atau komunikasi dan kolaborasi, serta Creativity and innovation atau kreativitas dan inovasi.

Pola pembelajaran Radek tersebut terus disosialisasikan dan dikembangkan guna peningkatan keterampilan guru melalui model pembelajaran Radec dalam mendukung revolusi 4.0 dan society 5.0. Sosialisasi itu dilakukan melalui kegiatan work shop di wilayah Priangan Timur.

“Kegiatan sosialsiasi dan workshop ini sangat penting dalam upaya peningkatan guru,” tuturnya ketua Program Studi PGMI IAILM Tasikmalaya tersebut.

Dikatakan Nana, guru sebagai orang yang langsung bersentuhan dengan peserta didik. Sehingga harus memiliki strategi dalam memfasilitasi peserta didik agar mereka mau berkembang secara maksimal dalam berbagai potensi. Oleh karenanya guru dituntut harus memiliki kompetensi dalam menerapkan model pembelajaran yang inovatif.

Dengan demikian, sebagai ujung tombak dalam mengimplementasikan kebijakan dan tujuan pendidikan, keterampilan guru perlu ditingkatkan agar menjadi pendidik yang kompeten dalam merencanakan, mengimplementasikan dan menilai pembelajaran.

Dalam setiap workshop, menghadirkan pemateri Prof. H. Udin Syaefudin Saud yang merupakan ketua badan akreditasi provinsi sekolah/madrasah Jawa Barat, Prof. Dr. H. Rahman, M.Pd sebagai dosen Sekolah Pascasarjana UPI, Dr. H. Husni Thoyyar, M.Pd. dosen IAID Ciamis, Dr. paed.

Juga H. Wahyu Sopandi, M.A ketua Program Studi Pendidikan Dasar SPs UPI, H. Chaerun Anwar, M.Pd., Ph.D srbagai PPPPTK IPA Jawa Barat, Hany Handayani, M.Pd sebagai dosen PGSD STKIP Purwakarta, dan Muh. Erwinto Imran, M.Pd. sebagai dosen PGSD UNISMUH Makassar, ungkapnya. (Ema Rohima)***

BACA JUGA