Tingkatkan Produksi Gula, Budi Daya Aren Diperkuat

LINIMASA9 views

image

SINGAPARNA, (KAPOL).-

Wacana penyelamatan pohon aren sebagai penyeimbang ekologi, pencegah tanah longsor hingga sumber penghidupan masyarakat nampaknya mulai dijajaki pemerintah daerah. Dengen bekerja sama dengan 3 universitas ternama, Unpas, Unpad dan Unsil, kini mulai dirancang regulasi akan budidaya pohon aren hingga analisis mangfaat ekonomi.

Menurut Sekda Kabupaten Tasikmalaya  yang juga Ketua Asosiasi Gula Aren Jawa Barat, Abdul Kodir, potensi gula aren sebagai salah satu komoditi perdagangan sangat terbuka lebar. Bahkan kini diminta sedikitnya oleh 8 negara di eropa, mulai dari Belgia, Belanda hingga Prancis. Namun sayang jumlah pohon aren di Kabupaten Tasikmalaya kian tahun makin berkurang, hingga mempengaruhi. penurunan produksi gula aren.

“Padahal kita mengetahui keberadaan pohon aren bisa bermangfaat menyimpan air, penahan erosi. Bahkan yang paling bisa dirasakan masyarakat manfaat secara ekonomi sebagai bahan baku gula aren,” jelas Kodir.

Dari hasil kajian pihaknya, dari luasan 1 hektar dengan 260 pohon bisa menghasilkan Rp 540 juta per bulan. Itu baru berupa air aren (lahang) yang diproduksi menjadi gula aren (gula merah). Belum lagi jika dihitung hasil dari komoditi buahnya berupa kolang-kaling dengan produksinya meningkat setiap bulan ramadan. Maka pihaknya yakin bila dari hasil komoditi aren ini Kabupaten Tasikmalaya mampu bersaing hadapi masyarakat ekonomi asean (MEA).

Kini pihaknya berupaya untuk melakukan agar masyarakat mau menanam pohon aren di kebun mereka. Walau dulu pembibitan hanya mengandalkan hewan liar berupa musang, namun kini dikatakan Kodir, sudah ada teknologi pembibitan secara ilmiah. Sehingga pembudidayaan pohon aren bisa lebih mudah.

“Sekang sudah bisa dibibitkan secara buatan, hasil dari penelitian ke 3 perguruan tinggi,” ujarnya. (Imam Mudofar)