Connect with us

PANGANDARAN

Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Gurak, Minggu Bergerak

|

PARIGI, (KAPOL).- Antusias ribuan masyarakat yang mengikuti jalan sehat Minggu Bergerak (Gurak) cukup menggeliat, Minggu (1/9/2019) di lapang sepak bola Cikubang Parigi.

Hal itu, digelar dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga yang diusung Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat melalui Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) Provinsi Jawa Barat.

Perwakilan Penyelenggara Aris Bahtiar (27) mengatakan, Gurak merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya memotivasi, menfasilitasi serta mengajak masyarakat untuk olahraga.

“Lewat Gurak ini, kita berikan motivasi agar masyarakat bisa berperan aktif dalam olahraga dan menjadikanya sebagai kebutuhan agar bisa hidup sehat,” ungkapnya.

Menurutnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berolahraga, diperlukan upaya yang sistematis dan terencana dalam pembinaan dan pengembangan olahraga di masyarakat.

Salah satunya dengan mengadakan program yang menjadikan masyarakat bisa berperan aktif dan berpartisipasi didalamnya.

“Intinya mengolahragakan masyarakat,memasyarakatkan olah raga,” tuturnya.

Sementara, salah satu peserta Roni (15) mengatakan dari ribuan peserta jalan sehat dirinya sangatlah semangat mengikuti kegiatan ini disamping banyak hadiah yang disediakan panitia.

“Kalau bisa sering-sering dilaksanakan disini,” ujarnya. (M. Jerry)***

Diskusikan di Facebook

PANGANDARAN

Ribuan Peserta Ikuti Kosega Adventure Bike #1 di Cimerak

|

CIMERAK, (KAPOL).- Sekira seribu orang tercatat sudah melakukanmpendaftaran kegiatan Kosega Adventure Bike #1 yang diusung Komunitas sepeda, Dulur Beda Lembur (DBL).

Helaran olah raga berbau tantangan dan uji nyali teraebut, peserta akan melintasi jalur-jalur seram.

Bahkan, peserta pun akan disuguhi pemandangan alam pegunungan yang pelaksanaannya pada 15 September 2019.

Ketua Penyelenggara Kosega Adventure Bike #1 Kabupaten Pangandaran, Yayat (42) mengatakan event tersebut baru pertama kalinya digelar dan khusus bagi pencinta sepeda gunung.

Itu, sebagai lanjutan kalender event tahunan Dulur Beda Lembur (DBL) dan mengambil tema “Mipir Pasir Muru Basisir”.

“Penyelenggara menyediakan hadiah utama untuk para peserta tiket ibadah umroh,” ungkapnya.

Menurutnya, medan yang dipersiapkan dipastikan akan sangat disukai pencinta sepeda gunung.

Panjang lintasannya,sekitar 20 kilo meter dan panitia akan menawarkan pesona tersendiri.

“Peserta akan melintasi tanjakan 30 persen dan turunan track 70 persen,” tuturnya, Selasa (27/8/2019).

Selanjutnya, sampai saat ini peserta yang sudah mendaftar datang dari berbagai komunitas se- Jawa Barat bahkan ada yang dari Jawa Tengah.

“Start dari Cikencreng Desa Sukajaya dan Finish di Lapang Pacuan Kuda Legokjawa Kecamatan Cimerak,” ucapnya.

Sementara itu, peserta asal Ciamis Sembada (41) mengatakan, olah raga sepeda gunung merupakan hobi sejak lama.

Ia mwngaku sangat menyukai track yang menantang juga dapat menikmati pemandangan alam selama lintasan.

“Saya sudah mendaftar dari dua minggu ke belakang dan akan datang bersama komunitas,” katanya.

Pelaksanaan disana tepat, karena ada berbagai obyek wisata indah, baik itu alam atau pantai.

“Dijamin peserta yang ikutan akan dibuat penasaran. Ada suguhan keindahan alam dan pantai,” ujarnya. (M. Jerry)***

Diskusikan di Facebook
Lanjutkan membaca

PANGANDARAN

Penari Ronggeng Gunung, Penuhi Lapang Grand Pangandaran

|

PANGANDARAN, (KAPOL).- Sebagai upaya melestarikan dan menjaga warisan budaya leluhur, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat menggelar acara penguatan demokrasi berbasis kearipan lokal.

Hal itu, melalui pagelaran seni tari ronggeng gunung yang tampaknya diapresiasi warga di Lapang Grand Pangandaran Minggu (25/8/2019).

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, Herry Pasya mengatakan Badan Kesbangpol memiliki peran agar masyarakat sadar terhadap demokras.

Pagelaran seni budaya sangat bernilai dan penting, karena berisi pesan moral yang bisa dengan cepat tersampaikan kepada masyarakat.

“Kami meminta bantuan kepada para seniman dan budayawan untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait nilai-nilai demokrasi yang kita miliki,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut dinilai penting untuk menentukan berbagai kebijakan di masa depan.

Otonomi daerah telah memberikan ruang dan kesempatan kepada setiap daerah untuk mengembangkan dan mempertahankan kebudayaan yang ada secara turun temurun.

“Biasanya teman-teman seniman budayawan mempunyai kiat-kiat tersendiri dalam menyampaikan ke masyarakat,” tuturnya.

Selanjutnya, seniman dan budayawan ini adalah komunitas yang paling demokratis. Maka dari pihaknya akan melibatkannya karena mereka langsung berkaitan dengan masyarakat berkaitaan dengan nilai-nilai demokrasi.

“Melalui kebudayaan serta memberdayakan kearifan lokal, akan memberikan dasar demokrasi yang memberikan mekanisme bagi kedaulatan rakyat,” ucapnya.

Keanekaragaman tradisi, suku, latar belakang kearipan lokal yang berbeda, merupakan warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Kearifan lokal merupakan identitas daerah, untuk itu diperlukan kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah. Melalui kegiatan ini,mari kita tingkatkan kualitas kehidupan berdemokrasi di Jawa Barat,” ujarnya. (M. Jerry/KAPOL)***

Diskusikan di Facebook
Lanjutkan membaca

PANGANDARAN

Pentas Seni Tradisional di Desa Cikalong, Meriahkan Agustusan

|

SIDAMULIH, (KAPOL).- Antusias warga di Kabupaten Pangandaran cukup menggelora dalam memeriahkan HUT ke-74 Republik indonesia.

Berbagai acara digelar seperti yang dilakukan warga di Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih.

Diantaranya, menggelar perlombaan kesenian budaya khas warga setempat yakni seni tradisional Gegedugan.

Kepala Desa Cikalong, Upang Supandi mengatakan lomba 17-an sudah menjadi tradisi turun temurun dalam merayakan kemerdekaan.

“Kegiatan ini sebagai ajang unjuk bakat dan sebagai upaya meningkatkan kebersamaan warga,” ujarnya, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, perlombaan ini dilakukan berkelompok agar dapat melatih kerja sama, kekompakan dan sportifitas.

“Peserta lomba, dari masing-masing Rt dan Rw se-Desa Cikalong,” tuturnya.

Alhamdulilah, tingkat partisipasi masyarakat dalam mengikuti perlombaan tersebut cukup tinghi.

Warga setempat, Iwan (47) mengaku itu merupakan kegiatan positif.

“Saya bangga, tampaknya kekompakan warga cukup optimal dalam melestarikan seni dan budaya warisan nenek moyang,” katanya. (M. Jerry)***

Diskusikan di Facebook
Lanjutkan membaca

TREN