oleh

Sungai Cikunir Tercemar Limbah Pabrik, Izin Perusahaan Bisa Dicabut

KAWALU, (KAPOL).- Warga resah dengan kondisi air sungai Cikunir yang mengalir melintas di Kelurahan Cibeuti Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya diduga tercemar.

Air sungai berubah warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat. Kondisi air tersebut ditenggarai akibat limbah pabrik.

Dugaan pencemaran Sungai Cikunir sebetulnya sudah lama berlangsung.

Selain warna hitam, air sungai terkadang banyak kotoran seperti lumut berwarna putih. “Kondisi air yang berubah warna dan bau tersebut sudah sering terjadi.

Kemungkinan akibat limbah dari pabrik,” kata Dian Agus Andrian (48) warga Kampung Asta Lebak RT 02 RW 08 Kelurahan Cibeuti Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Rabu (28/8/2019) yang merasakan terkena dampak limbah tersebut.

Ketika air sungai berubah menjadi kehitaman, kata Dian, biasanya disertai bau yang tak sedap dan banyak kotoran. Sehingga warga menjadi terganggu akibat bau yang ditimbulkan itu.

“Dulu sebelum ada pabrik air sungai Cikunir dipergunakan warga untuk mandi dan mencuci, tapi setelah itu air jadi kotor dan berbau. Bahkan jika warga turun ke sungai yang tercemar itu kulit menjadi kasar dan gatal-gatal,” katanya.

Dikatakannya, ikan di sungai juga yang biasa di pancing warga banyak yang mati. Selain itu, warga khawatir ikan sungai yang dikonsumsi hasil pancingan warga bisa mengandung racun.

Warga berharap persoalan itu mendapat perhatian serius dari pemerintah Kota Tasikmalaya. Warga menginginkan ketegasan Pemkot terkait sungai Cikunir karena limbah pabrik.

Sebab masalah berubahan warna dan bau tak sedap telah dikeluhkan sejak lama. Namun sampai kini terkesan tidak ada penanganan yang serius.

Ketua Karangtaruna Kelurahan Cibeuti, Beli (38) mengaku perubahan warna air sungai dinilai turut berdampak terhadap air sumur warga.

Warga tidak berani memakainya untuk keperluan mandi dan cuci karena bau. Apaplagi untuk keperluan masak dan minum khawatir mengandung racun.

“Untuk kebutuhan air warga biasanya ke sungai Ciwulan, saat musim kemarau seperti sekarang ini. Sebab air sumur warga banyak yang mengering. Begitu oun jika musim hujan air sungai kerap berubah warna menjadi hitam pekat,” katanya.

Dikatakannya, di hulu sungai ada pertemuan antara sungai Cikunir dan Sungai Cikunten itu sangat terlihat perbedaan warna air sungai itu.

“Aliran sungai Cikunir hitam pekat sementara aliar sungai Cikunten berwarna coklat,” katanya.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas LH Kota Tasikmalaya, Dedi Mulyana mengatakan, pihaknya mengaku beberapa kali menerima laporan dari warga terkait perubahan warna air di Sungai Cikunir.

Dikatakannya, di hulu sungai di kawasan Banjaran memang ada pabrik gula yang beroperasi sudah cukup lama.

Menurutnya, pengecekan dilakukan LH dengan melakukan uji laboratorium terhadap kandungan air sungai.

Sehingga nantinya dapat diketahui apakah hal itu terjadi akibat pencemaran limbah pabrik atau disebabkan hal lainnya.

“Kami tidak bisa menyebutkan bahwa sungai Cikunir ini tercemar. Akan tetapi air sungai memang berubah warna. Kami bersama Tim Lab LH Dinas Kota Tasikmalaya terjun untuk mengecek ke Sungai Cikunir dan mengambil sampel untuk di uji lab. Hasil uji lab bisa di keketahui tingkat pencemaran itu sekitar 14 hari kerja. Namun jika pencemaran tersebut dari limbah pabrik. Bisa saja ijin perusahaan tersebut dicabut ijinnya,” katanya, saat di lokasi. (KAPOL)***

BACA JUGA