​Hari Jadi ke-384, 56.000 Warga Kab. Tasik Menganggur

LINIMASA9 views

SINGAPARNA, (KAPOL).-

Di usia ke 384, geliat pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya terus bergulir secara bertahap dan pasti. Perjalanan panjang proses pembangunan di daerah yang dikenal Religius Islami sejak dimekarkan tahun 2001 lalu, kini sudah menampakkan beberapa hasil yang nyata.

Namun, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan yakni menyediakan lapangan pekerjaan untuk menyerap 56.000 pengangguran.

Hal tersebut dikatakan Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum usai upacara hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke 384 di halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (26/7/2016).

Menurutnya, jumlah pengangguran sebanyak 56.000 ini yang tercatat pada tahun 2015. Untuk itu pekerjaan rumah yang harus dilakukan yakni penyediaan lapangan pekerjaan. Namun selain menyediakan lapangan pekerjaan, juga akan meningkatkan kesehatan dan pendidikan yang belum merata.

“PR tersebut harus segera dituntaskan oleh Pemkab,” kata Uu.

Hal yang sama diakui Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto. Tingginya angka pengangguran serta belum meratanya kesehatan dan pendidikan karena iklim investasi di Kabupaten Tasikmalaya masih lemah.

Hal ini dipicu karena Pemkab Tasikmalaya sampai saat ini belum memiliki  Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai implementasi dari Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah. Padahal, RDTR sangat diperlukan untuk menentukan teknis arah pembangunan.

Sampai saat ini Kabupaten Tasikmalaya baru memiliki Perda RTRW, adapun RDTR belum dimiliki. Sekalipun sudah ada RDTR yang sudah dibahas DPRD, masih dalam proses evaluasi Gubernur Jawa Barat.

“Selama belum ada RDTR investor yang akan masuk ke Kabupaten Tasikmalaya jadi tidak punya pedoman karena tidak tahu mana yang boleh untuk pembangunan dan mana yang dilarang,” ujarnya. (Imam Mudofar)