Pedagang Kojengkang Meluber ke Jalan

SOSIAL39 views

image
Ratusan pedagang kojengkang meluber dan memadati ruas jalan Dadaha Tasikmalaya. Akibat lapak yang disediakan di belakang GGM tidak mencukupi, Minggu (1/5/2016) | ERWIN R WIDIAGIRI/"KP"

TAWANG (KAPOL).-
Ratusan lapak pedagang kojengkang Dadaha Tasikmalaya meluber ke jalan raya. Akibat relokasi yang disediakan Pemerintah Kota Tasikmalaya di belakang Gelanggang Generasi Muda (GGM) Tasikmalaya tidak mencukupi. Pedagang terpaksa berjualan di sepanjang jalan Dadaha, Minggu (1/5/2016).

Mereka berjualan seperti biasannya setiap Minggu pagi. Sebanyak 1200 pedagang itu mengais rejeki dari warga yang sengaja berilahraga di kawasan Dadaha.

Ketua Pasar Wisata Kojengkang, Dadaha Edi Hermawan, menuturkan sejak dilarang berjualan di kawasan olahraga Dadaha sebanyak 1200 pedagang banyak yang tidak berjualan karena tidak kebagian lapak di area belakang GGM yang telah ditunjuk pemkot untuk relokasi.

Namun karena terdesak kebutuhan pedagang yang sebelumnya tidak kebagian lapak di belakang GGM, akhirnya membuka lapak dan berjualan di jalan sepanjang Dadaha.

“Sederhana saja bagi pedagang itu, diberikan kesempatan untuk mengais rejeki. Kami tidak muluk-muluk minta ini itu apalagi minta pekerjaan kepada pemerintah, hanya biarkan kami mencari rejeki,” katanya.

Akibatnya jalanan macet total akibat ruas jalan habis digunakan laoak pedagang. Bahu kiri dan kanan jakan sepitaran Dadaha habis digunakan pedagang, sehingga pengendara tidak bisa melintasi jalan Dadaha.

Sementara di area sport center yang biasa digunakan pedagang kojengkang berjualan, kata Edi, area tersebut dijaga ketat oleh pasukan dari TNI, Satpol PP dan Linmas. Karena pedagang tidak boleh masuk dan berjualan di sana. (Erwin RW)